BOGOR, (BS) — Seorang balita berusia dua tahun, Siti Fahira Silvana, anak pasangan M. Pirman dan Rosidah, warga Kecamatan Ciawi, sempat dikategorikan mengalami gagal tumbuh (stunting).
Rosidah, sang ibu, mengaku bahwa anaknya pernah didiagnosis mengalami gizi buruk dan harus menjalani perawatan berulang kali di rumah sakit.

“Kami sudah berupaya berobat ke rumah sakit dan puskesmas, tapi belum banyak perubahan. Kami mohon agar ada bantuan dari pemerintah desa maupun kecamatan,” ujar Rosidah saat ditemui di kediamannya, Kamis (30/10/2025).

Menanggapi laporan tersebut, Kepala Puskesmas Citapen Kecamatan Ciawi, dr. Tuni, segera melakukan kunjungan dan pemeriksaan medis langsung ke rumah keluarga Siti.

“Hasil validasi menunjukkan, berat badan Siti kini 7,46 kilogram dengan tinggi 73,13 sentimeter. Kondisinya sudah menunjukkan perbaikan,” kata dr. Tuni.

Menurutnya, sebelumnya Siti memang masuk dalam kategori stunting, namun setelah dilakukan intervensi gizi, statusnya kini meningkat menjadi gizi kurang.

“Kami dari Puskesmas Citapen sudah memberikan taburia (suplemen vitamin dan mineral), RUTF (makanan tambahan bergizi tinggi), serta susu khusus untuk mempercepat pemulihan kondisi Siti,” jelasnya.

Sementara itu, Plt Camat Ciawi, Deni Kuswara, menyampaikan bahwa pihaknya akan segera meninjau langsung kondisi balita tersebut dan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor.

“Kami akan memastikan agar penanganan medis dan bantuan sosial yang diperlukan bisa segera disalurkan,” ujarnya.

Kasus Siti Fahira menjadi pengingat penting bahwa penanganan stunting di Kabupaten Bogor masih membutuhkan sinergi kuat antara tenaga kesehatan, pemerintah daerah, dan keluarga, agar setiap anak dapat tumbuh sehat dan mendapatkan hak gizi yang layak. (Iwan)