DEPOK, (BS) — Keterbatasan lahan di kawasan permukiman padat tidak menjadi penghalang untuk berwirausaha. Ketua DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Depok, Mazhab HM, membuktikan bahwa kreativitas mampu mengubah ruang terbengkalai menjadi sumber penghasilan bernilai ekonomi.
Berangkat dari pemikiran sederhana, Mazhab memanfaatkan selokan di depan rumahnya yang selama ini tidak optimal menjadi kolam budidaya lele.

Usaha mikro tersebut telah berjalan sekitar tiga bulan dan berhasil membukukan hasil panen perdana yang menjanjikan.
Dengan modal awal sekitar Rp300 ribu, selokan dimodifikasi menggunakan terpal dan pembatas sederhana tanpa mengganggu fungsi utamanya sebagai saluran air.

“Saya pastikan aliran air tetap berjalan normal dan lingkungan tetap bersih,” ujar Mazhab saat panen perdana, Rabu (24/12).

Dalam proses budidaya, ia menerapkan metode perawatan yang sederhana namun konsisten, mulai dari pemberian pakan terjadwal hingga pemantauan rutin kualitas air.

“Perawatannya tidak rumit. Yang penting rutin dan disiplin. Kalau air terjaga dan pakan teratur, tingkat kematian ikan bisa ditekan,” jelasnya.

Hasil panen perdana mencapai sekitar 50 kilogram lele yang dipasarkan kepada warga sekitar dan pengepul dengan harga Rp15 ribu per kilogram. Dari penjualan tersebut, Mazhab meraih pendapatan sekitar Rp750 ribu. Setelah dikurangi biaya modal dan operasional, keuntungan bersih yang diperoleh mencapai Rp450 ribu.

“Untuk usaha mikro dengan modal kecil dan memanfaatkan ruang yang sebelumnya tidak produktif, hasil ini cukup menjanjikan,” katanya.

Mazhab mengungkapkan, ide memanfaatkan selokan sebagai kolam lele muncul dari keinginannya mengoptimalkan ruang-ruang terabaikan di lingkungan permukiman. Menurutnya, banyak potensi usaha kecil di perkotaan yang belum tergarap maksimal.

“Sering kali dianggap sepele, padahal kalau dikelola dengan baik bisa menjadi sumber penghasilan tambahan,” tuturnya.