Bogor, (BS) - Dari data Asosiasi Semen Indonesia (ASI), bahwa pasar semen domestik melemah -0,4% akibat kombinasi kontraksi pasar semen kantong -2,7% dan pertumbuhan pasar semen curah +5,3%. Demikian dikatakan Presiden Direktur PT Indocement Tunggal Prakarsa, Tbk, Christian Kartawijaya saat menyampaikan Paparan Publik di Jakarta, Selasa (25/3/2025)
Menurutnya, Indocement mencatat volume domestik (semen dan klinker) sebesar 20.496 ribu ton, lebih tinggi +5,9% dibandingkan tahun lalu, terutama karena kontribusi dari integrasi Pabrik Semen Grobogan. Total ekspor sebesar 317 ribu ton atau turun -45,3%
“Program pembelian kembali saham putaran ke-2 berakhir pada 31 Desember 2024. Total saham treasuri adalah 331,3 juta lembar saham atau 9,0% dari total saham dengan mempertahankan posisi kas yang kuat di Rp4,5 triliun pada akhir tahun 2024,” ungkapnya
Lebih lanjut Christian mengatakan, pemanfaatan pabrik Semen Grobogan yang tinggi memungkinkan kami untuk memiliki distribusi produk yang lebih efisien dan penetrasi pasar yang lebih dalam di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur dengan kontribusi substansial terhadap margin keseluruhan untuk Penggunaan bahan bakar alternatif lebih tinggi yaitu sebesar 21,4% dibandingkan dengan 18,3% di tahun lalu. Adapun Pengurangan emisi lingkup 1 dari 546 kg CO2/ton setara semen menjadi 533 kg CO2/ton setara semen
“PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. (Indocement atau Perseroan) membukukan volume penjualan (semen dan klinker) secara keseluruhan sebesar 20.496 ribu ton pada tahun 2024, lebih tinggi +1.150 ribu ton atau +5,9% dibandingkan tahun lalu terutama dari tambahan volume PT Semen Grobogan. Hal ini menyebabkan pangsa pasar domestik secara keseluruhan, mengacu pada data,” terang Christian
Sementara itu, Corporate Finance Mager PT Indocement Tunggal Prakarsa, Tbk, David Halim melalui siaran persnya, Rabu (26/3/2025) menyebutkan, bahwa menurut data ASI sebesar 29,7% dengan Jawa 37,8% dan luar Jawa 21,1%. Komposisi penjualan semen curah domestik meningkat dari 26,7% menjadi 31,7% pada tahun 2024 karena pasokan semen ke proyek ibu kota baru dan percepatan proyek infrastruktur di Jawa. Secara keseluruhan penjualan ekspor sebesar 317 ribu ton.
Lebih lanjut dikatakan, pendapatan Neto Perseroan mencapai Rp18.548,7 miliar, naik +3,3%. Beban Pokok Pendapatan meningkat menjadi -Rp12.487,8 miliar, naik +3,2% seiring dengan peningkatan volume penjualan. Hal ini menghasilkan marjin Laba Bruto sebesar 32,7% untuk tahun 2024. Beban Usaha yang meningkat sebesar +2,7% menjadi -Rp3.725,1 miliar yang bersumber dari kenaikan volume penjualan dan biaya lainnya dari perluasan operasi di Grobogan.
“Selain itu ada penurunan Beban Operasi Lain Neto sebesar -6,4% menjadi Rp57,6 miliar, sehingga margin Laba Usaha sebesar 12,9% dan EBITDA sebesar 21,2% pada tahun 2024,” jelasnya.
Selain itu David Halim menjelaskan, Pendapatan Keuangan – Neto yang lebih rendah -188,4% menjadi -Rp74,9 miliar disebabkan oleh beban bunga dari utang PT Semen Grobogan. Bagian atas Laba Neto Entitas Asosiasi – Neto meningkat +363,5% menjadi Rp145,3 miliar berasal dari laba yang lebih tinggi dari entitas asosiasi.

