BERITASATOE.COM, - Di tengah derasnya arus kebijakan pendidikan yang sering kali berubah mengikuti kepentingan jangka pendek, sosok H. Budy Antoro tampil sebagai figur yang konsisten menjaga satu prinsip: pendidikan harus bertumbuh dari akar, bukan sekadar dikejar dari angka.

Berbasis di Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor, H. Budy Antoro. MP.d mengabdikan dirinya pada dunia pendidikan tidak dengan gemuruh slogan, melainkan melalui kerja panjang, sunyi, dan berkelanjutan. Ia adalah pendiri sekaligus pembina Yayasan Pesona Dywantara, yayasan pendidikan yang mengelola jenjang SMP, SMK, hingga perguruan tinggi, sebuah rentang layanan pendidikan yang jarang dibangun dengan visi utuh oleh pelaku pendidikan daerah.

Pendidikan sebagai Jalan Pengabdian

Bagi H. Budy Antoro, pendidikan bukan sekadar institusi, melainkan jalan pengabdian sosial. Kehadiran Yayasan Pesona Dywantara menjadi cermin keyakinannya bahwa negara tidak bisa bekerja sendiri. Sekolah swasta, menurutnya, adalah mitra strategis negara dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, terutama di wilayah yang belum sepenuhnya terjangkau layanan pendidikan negeri.

Dengan latar wilayah Bogor Barat yang memiliki tantangan geografis dan sosial tersendiri, yayasan yang ia dirikan hadir menjawab kebutuhan riil masyarakat: pendidikan yang terjangkau, berkelanjutan, dan relevan dengan masa depan peserta didik.

Kepemimpinan Kolektif di Pendidikan Kejuruan

Peran H. Budy Antoro tidak berhenti pada pengelolaan yayasan. Kepercayaan yang diberikan kepadanya sebagai Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK Kabupaten Bogor memperkuat posisinya sebagai arsitek kepemimpinan kolektif pendidikan kejuruan.

Dalam perannya ini, ia aktif mendorong kolaborasi antar kepala sekolah, memperkuat sinergi SMK negeri dan swasta, serta menyuarakan pentingnya keterkaitan pendidikan kejuruan dengan dunia usaha dan dunia industri. Baginya, SMK bukan sekadar lembaga pencetak ijazah, tetapi ruang pembentukan kompetensi dan karakter kerja generasi muda.

Suara Kritis yang Membangun