Bogor, (BS) - Api amarah membara di SDN Pasirgintung 02, Kecamatan Nanggung! Sebuah tindakan ceroboh, open burning sampah di lingkungan sekolah, telah memicu tragedi dan menuai kecaman pedas dari Ketua Komunitas Lingkungan Hidup Gerakan Tanggap Sampah (KLH Gertas), Rendy Nugroho Mamesah. Gema tuntutan tanggung jawab kini bergema, sementara pihak sekolah memilih bungkam, meninggalkan tanda tanya besar di benak masyarakat.
Rendy Nugroho Mamesah dengan lantang menyatakan bahwa pengelolaan sampah di sekolah seharusnya menjadi tanggung jawab bersama antara pihak sekolah dan UPT Pengelolaan Sampah (PS) wilayah Leuwiliang, sebagai perpanjangan tangan Dinas Lingkungan Hidup. "Hal itu agar setiap sampah yang dihasilkan dari sekolah tersebut dapat tertangani dengan semestinya dan seharusnya. Bukan malah dibiarkan di bakar di tempat terbuka (open burning)," tegasnya dalam keterangan tertulis, Jumat (13/6/2025), yang dikutip oleh beritasatoe.com.
Lebih lanjut, Rendy mengingatkan bahwa open burning bukan hanya membahayakan lingkungan, tetapi juga melanggar hukum. "Selain memiliki resiko terhadap keberlangsungan lingkungan, open burning pun memiliki resiko pidana seperti yang dituangkan dalam UU Nomor 18 Tahun 2008 Tentang Pengelolaan Sampah," imbuhnya.
Tuntutan pun semakin mengeras. "Maka dari itu pihak sekolah ataupun Kepala Sekolah tidak juga harus serta merta menyerahkan persoalan sampah hanya kepada petugas sekolah. Melainkan harus menjalin kerjasama dengan UPT setempat sebagai wujud tanggungjawab terhadap sampah yang dihasilkan dari sekolah," jelas Rendy.
Kerusakan bangunan yang diakibatkan oleh open burning ini, menurut Rendy, sepenuhnya menjadi tanggung jawab pihak sekolah, khususnya Kepala Sekolah. "Ada unsur kelalaian dan pengabaian yang jelas terlihat," tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak sekolah belum memberikan klarifikasi apapun, menambah keruhnya suasana dan menimbulkan spekulasi liar di kalangan masyarakat.
Kobaran Api dan Kengerian Warga
Sebelumnya, peristiwa mengerikan terjadi pada Kamis (12/6/2025) pukul 14.30 WIB. Material kayu dan sebagian plafon bangunan toilet hangus dilalap api akibat tumpukan sampah yang dibakar secara sembarangan. Emin, seorang warga setempat, mengaku terkejut melihat kobaran api yang sempat membesar dan mengundang perhatian warga.
"Kami sempat datang lokasi kebakaran itu, namun api berhasil dipadamkan oleh warga," tuturnya dengan nada prihatin.

