RUMPIN, (BS) – Kondisi jalan penghubung antara Kecamatan Rumpin dan Kecamatan Leuwisadeng, tepatnya di ruas Jalan Jambu–Gobang, kembali menjadi sorotan warga. Jalan yang dikenal masyarakat dengan sebutan Jalan Jambu Bedeng itu mengalami kerusakan parah, terutama pada segmen yang melintasi wilayah Desa Leuwibatu.

Jalan kabupaten ini merupakan akses vital antar kecamatan di wilayah barat Kabupaten Bogor. Namun menurut warga, kondisi rusaknya telah berlangsung cukup lama tanpa penanganan berarti dari pemerintah daerah.

Sudah lima tahun tidak ada perawatan, jalan rusaknya sudah seperti kolam ikan. Kami minta Pemkab Bogor segera memperbaikinya,” ujar Jazi, warga Leuwibatu, kepada media, Selasa (5/8/2025).

Senada dengan itu, Kepala Desa Leuwibatu, Haji Sidik, juga menyuarakan kekecewaan atas lambatnya respons pemerintah kabupaten. Ia menegaskan bahwa jalan tersebut adalah jalan kabupaten dan bukan menjadi kewenangan desa.

“Jalan itu bukan jalan desa, tapi jalan kabupaten. Saya harap segera diperbaiki karena memang sudah dijanjikan langsung oleh pihak Pemkab. Kerusakannya hampir lebih dari 1 kilometer,” tegasnya.

Menanggapi keluhan warga, Kepala UPT Infrastruktur Jalan Jembatan Wilayah Leuwiliang Dinas PUPR Kabupaten Bogor, Aldino Putra Perdana, menyatakan bahwa perbaikan Jalan Jambu–Gobang telah masuk dalam daftar usulan perbaikan.

Ia menyebut, total panjang jalan tersebut mencapai 9,73 kilometer sesuai SK inventarisasi jalan kabupaten. Sejumlah segmen sudah diperbaiki, termasuk pengerjaan saat ini di STA 0+595 hingga 0+970 (sekitar 375 meter) di wilayah Kecamatan Leuwisadeng.

“Itu usulan tahun 2024 dan sekarang sedang dikerjakan, penyambungan beton di segmen Leuwisadeng,” ujar Aldino.

Sementara untuk ruas yang melintasi Desa Leuwibatu, kata dia, sudah diajukan dalam usulan anggaran 2025 dan ditargetkan bisa dikerjakan pada tahun 2026 mendatang. Ia berharap pemerintah tingkat kecamatan juga ikut mendorong percepatan usulan tersebut.

Halaman:
N
Penulis: Naufal