Bogor, (BS) - Pemimpin itu bukan hanya sebatas datang dan mendengarkan masalah-masalah yang dihadapi oleh masyarakat, tapi pemimpin juga harus bisa menjawab sekaligus menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi oleh masyarakat.

Kalimat itu terlontar dari mulut seorang aktivis perempuan, 
Adrianengsih. Baru-baru ini, dirinya melakukan pendampingan dan advokasi kepada para orang tua murid terkait ijasah.

"Ada sekitar 30 anak lebih yang kita lakukan pendampingan dalam proses pembebasan ijasah yang ditahan dan semuanya itu gratis," kata Adrianengsih yang juga warga Desa Ciampea kepada beritasatoe.com, Senin (3/3/2025).

Menurut dia, edukasi dan pembelajaran inilah yang jauh lebih penting.

"Saya hanya melakukan pendampingan sekaligus memberikan edukasi kepada para orang tua maupun anak-anak yang ijasahnya ditahan. Hal itu dilakukan semata-mata agar para orang tua bisa lebih menghargai keberadaan lembaga pendidikan," ujar Teh Neng, sapaan akrabnya.

Karena walau bagaimanapun juga, kata dia, keberadaan lembaga pendidikan itu sangatlah dibutuhkan. Dan apa yang terjadi hari ini adalah salah satu bukti konkret dari kegagalan pemerintah dalam memberikan fasilitas khususnya di dunia pendidikan.

Adrianengsih menyampaikan 
membangun komunikasi dengan pihak sekolah dan masyarakat membuka dua arah komunikasi, salah satu bagian untuk memecahkan berbagai persoalan yang terjadi di Desa Ciampea.

"Kedepannya saya berharap hal ini tidak boleh lagi terjadi di Desa Ciampea. Karena salah satu hal yang terpenting dan mendasar untuk melawan kemiskinan adalah ijasah. Dengan ijasah yang sudah dipegang sama anak-anak itu, beliau berharap anak tersebut bisa melamar pekerjaan dan membantu para orang tuanya," ujarnya.

Disinggung, akan maju dalam kontestan Pilkades mendatang, Adrianengsih mengamini ucapan itu.