Depok, (BS) - Wacana penarikan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali mencuat. Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengisyaratkan akan menarik kembali dana jika penyerapan anggaran tidak mencapai target maksimal hingga akhir Oktober 2025. Ancaman ini muncul seiring realisasi anggaran MBG yang baru mencapai Rp 19,3 triliun dari total pagu Rp 71 triliun.
Turiman, anggota Komisi D sekaligus politisi partai Gerindra, mengungkapkan penyebab lambatnya penyerapan anggaran ini. Menurutnya, kompleksitas pembangunan infrastruktur pendukung, seperti dapur MBG dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), menjadi faktor utama.
"Kalau penyerapan anggaran berdasarkan kesiapan dari SPPG atau dapur MBG-nya untuk di Depok sekarang yang terdaftar sudah banyak lah yang jelas kalau keseluruhan sekitar 80," ungkap Turiman.
Turiman menambahkan, proses pembangunan dapur memerlukan waktu yang tidak singkat, berkisar antara 2 hingga 3 bulan. Hal ini tentu berpengaruh pada percepatan penyerapan anggaran.
"Kan kalau membangun dapur jangka waktunya nggak cuma sebentar bisa 2-3 bulan ya nanti kalau 3 bulan terakhir ini mungkin sudah lebih banyak," jelasnya, Jumat (10/10/2025).
Menanggapi wacana penarikan dana oleh Menteri Keuangan, Turiman menegaskan bahwa dana tersebut seharusnya tidak ditarik jika memang kesiapan operasional program baru tercapai setelah pembangunan infrastruktur selesai.
"Saya pikir nggak ditarik juga kalau memang nanti kesiapannya setelah hari H selesai pembangunan ya pasti akan terpicu kan dana itu nggak mungkin juga tertarik," tegas Turiman.
Turiman memprediksi bahwa puncak penyerapan anggaran akan terjadi setelah dapur-dapur baru selesai dibangun. Ia meyakini dana yang tersisa saat ini adalah dana yang memang dialokasikan untuk pelaksanaan program yang belum tiba gilirannya.
"Bulan Januari kan sudah ada pembangunan banyak lagi pasti menyerapnya akan banyak karena penyerapan MBG kan tidak sekaligus, jadi karena setiap bulan pengucurannya bahkan bukan setiap bulan tapi berdua Minggu meninjau sudah pasti," paparnya.

