Cisarua, (BS) - Aliansi Masyarakat Bogor Selatan (AMBS) blak blakan, dengan adanya bencana banjir bandang tanah longsor yang mengepung kawasan Puncak Cisarua Kabupaten Bogor, pada Minggu 02 Februari 2025. diduga akibat alih fungsi lahan.

"AMBS bersama masyarakat puncak, sebelumnya telah melakukan penolakan,  salah satunya terhadap pembangunan wahana wisata, Hibisc Fantasy  Puncak yang kelola Badan Usaha Milik Daerah Provinsi Jawa Barat." Kata Muhsin Ketua AMBS Selasa  04/03/2025.

Aliansi Masyarakat Bogor Selatan (AMBS) menilai, Pembangunan wahana wisata tersebut yang berdiri diatas lahan perkebunan Teh sebelum nya,  "telah merusak lingkungan, bahkan disinyalir bakal menimbulkan mala petaka di kawasan Puncak," terang  nya 

Aksi yang dilakukan AMBS lanjut Muhsin,  mulai dari pemasangan banner penolakan perusakan kawasan Puncak hingga menggelar petisi 1 juta tanda tangan.

"Akan tetapi kritikan yang dilakukan AMBS bersama elemen organisasi dan masyarakat tidak diindahkan pihak pengelola  Akibatnya bencana alam menjadi ancaman, serius bagi Masyarakat Puncak seperti yang terjadi saat ini," ujar Muhsin.

Muhsin, menjelaskan, bencana alam tanah longsor,  banjir bandang hingga memutus kan jembatan di sungai Ciliwung,  diduga karena lahan resapan air dikawasan puncak semakin berkurang  Akibat pembangunan wahana wisata, restoran dan villa yang tidak di kaji lebih jauh dampak lingkungan nya.

" Dua tahun lalu kami sudah mengingatkan pemerintah Kabupaten Bogor untuk menghentikan proyek Pembangunan Hibisc Fantasy Puncak dan Astro, karena diduga merusak tata ruang kawasan Puncak,"  jelas Dia.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Bogor, Pemda Jawa Barat, Perhutani dan PTPN 1 Regional 2 sebagai ujung tombak dalam menjaga kelestarian alam puncak itu dinilai gagal, bahkan terduga melakukan kebijakan yang menyebabkan kerusakan alam Puncak khususnya.

" Kawasan puncak tidak akan rusak jika para pemangku kebijakan berlaku jujur dan menjalankan aturan  sebenarnya, ini akibat pembiaran lambat laun resapan air hilang karena dipergunakan untuk kepentingan pariwisata," tegasnya.