Bogor, (BS) – Kepedulian terhadap lingkungan mendorong Neneng Julaeha mendirikan Bank Sampah Berlian di Kampung Panjaungan, Desa Batutulis, Kecamatan Nanggung. Sejak berdiri pada 2019, bank sampah ini terus berkembang dan menjadi wadah edukasi sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Neneng menceritakan, ide pendirian bank sampah bermula dari keprihatinan melihat kebiasaan warga yang belum terbiasa memilah dan mengelola sampah.

“Tahun 2019, pertama memang karena kepedulian lingkungan. Saat itu masyarakat belum ada yang mementori dalam mengelola sampah,” ungkap Neneng, Jumat (19/9/2025).

Bank Sampah Berlian tidak hanya menampung sampah non-organik, tetapi juga mendorong masyarakat terbiasa memilah sampah rumah tangga sebelum disetorkan.

“Sampah-sampahnya hanya non-organik, kering. Dari mereka semua menyetor, sistemnya menabung. Ada juga yang bisa kita bayar langsung,” jelasnya.

Lebih jauh, Neneng menilai aktivitas ini sekaligus menjadi sarana edukasi pengelolaan sampah dari tingkat paling dasar.

Kini, upaya pengembangan Bank Sampah Berlian semakin terbuka lebar. Neneng menerima hibah mesin peleleh plastik dari jejaring komunitas di Yogyakarta, yang dapat digunakan untuk membuat paving blok.

“Alhamdulillah, kita dapat hibah mesin peleleh plastik. Pemberian ini baru turun belum satu bulan. Ke depan, gerakan ini diharapkan semakin bermanfaat,” kata Neneng.

Melalui inovasi tersebut, Bank Sampah Berlian tidak hanya menjadi pusat pengelolaan sampah, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru berbasis ramah lingkungan bagi masyarakat sekitar. (Dery)