BOGOR, (BS) – Kualitas material pembangunan gedung pemerintahan di Kabupaten Bogor kembali menuai sorotan. Hasil penelusuran di lapangan menunjukkan adanya penggunaan besi berulir yang kondisinya tidak prima, bahkan tampak berkarat pada sejumlah bagian.

Pantauan wartawan pada Selasa (19/8/2025) memperlihatkan batang-batang besi yang seharusnya menjadi tulang punggung struktur bangunan tidak terawat dengan baik. Ikatan antarbesi juga terlihat seadanya, berpotensi mengurangi kekuatan struktur saat dicor dengan beton.

“Ini besi kiriman dari vendor minggu lalu, kondisinya memang begini dari gudang,” ungkap salah seorang pekerja proyek yang enggan disebutkan namanya.

Padahal, dokumen kontrak yang tercatat dalam LPSE Bogor mewajibkan seluruh material konstruksi sesuai standar nasional Indonesia (SNI). Untuk besi tulangan, SNI 2052:2017 menekankan mutu, dimensi, serta kebersihan permukaan.

Praktisi teknik sipil, Broger, menjelaskan bahwa toleransi terhadap karat permukaan sebenarnya diperbolehkan, tetapi tidak jika langsung dipasang dan dicor. “Karat bisa mengurangi daya lekat antara besi dan beton. Kalau dibiarkan, itu kelalaian teknis,” jelasnya.

Lebih jauh, ia menyoroti potensi praktik mark-up dalam pengadaan material proyek. “Sering kali kontraktor membeli kualitas medium tapi melaporkannya sebagai kualitas premium. Selisih harga bisa masuk kantong sendiri,” ujarnya.

Broger juga menilai lemahnya sistem pengawasan proyek di daerah membuat masalah ini berulang. “Selama proyek selesai dan administrasi rapi, jarang ada yang mempertanyakan isi di dalam cor-coran beton itu. Audit forensik konstruksi nyaris tidak pernah dilakukan,” katanya.

Temuan ini menjadi cermin rapuhnya sistem pengawasan pembangunan infrastruktur daerah. Jika dibiarkan, proyek-proyek publik berpotensi melahirkan bangunan pemerintahan yang secara struktural lemah sejak awal.

“Risikonya bukan hanya pada keselamatan masyarakat, tetapi juga integritas sistem pengadaan publik. Ujung-ujungnya, rakyat yang harus menanggung beban biaya dan risiko,” pungkas Broger. (Dev/San)