BOGOR, (BS) – Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah IX, Retno Raswaty, menghadiri acara Riungan Gede Kesatuan Adat Banten Kidul (SABAKI) ke-XII yang digelar di Kasepuhan Gelar Alam, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi.

Dalam kesempatan tersebut, Retno menjelaskan tugas dan fungsi BPK Wilayah IX yang berada di bawah naungan Kementerian Kebudayaan.

“Sebagai unit pelaksana teknis di bawah Kementerian Kebudayaan, dulu namanya Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB). Sekarang, tugasnya menyatu dengan pelestarian cagar budaya dan objek pemajuan kebudayaan di wilayah Jawa Barat,” ungkap Retno pada Sabtu (4/10).

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa BPK memiliki peran penting dalam Pelindungan, Fasilitasi Pemanfaatan, Pendataan, dan Pendokumentasian kebudayaan daerah.

Retno juga menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan adat-istiadat agar dapat dipahami dan diteruskan oleh generasi muda.

“Bagaimana anak-anak muda bisa memahami, mencintai, dan melanjutkan nilai-nilai adat di tengah kemajuan zaman, itu menjadi tantangan kita bersama,” ujarnya.

Selain itu, Retno menyampaikan bahwa Kementerian Kebudayaan memiliki sejumlah program untuk mendukung pengembangan sumber daya manusia (SDM) di bidang kebudayaan. Salah satunya adalah fasilitasi pemajuan kebudayaan yang mendorong lahirnya karya kreatif dari kalangan muda.

“Kami berupaya mengajak anak-anak muda terus maju, belajar, dan berinovasi dalam berbagai bidang, termasuk melalui karya yang mencerminkan ketahanan pangan dan kearifan lokal,” jelasnya.