Jakarta, (BS) - Sebuah video yang beredar luas di media sosial Instagram menuai sorotan publik. Video tersebut menampilkan suasana open house Natal di kediaman Maruarar Sirait yang berlangsung meriah, dipadati tamu, dan terkesan mewah. Maruarar Sirait diketahui merupakan politikus senior sekaligus mantan anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, yang kini menjabat sebagai Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) di Kabinet Presiden Prabowo Subianto.

Di tengah duka nasional akibat bencana alam yang melanda Aceh dan Sumatera Utara, perayaan tersebut memicu kritik dari berbagai kalangan. Salah satunya datang dari Center for Budget Analysis (CBA).

Koordinator CBA, Jajang Nurjaman, menilai perayaan Natal yang digelar Maruarar Sirait menunjukkan minimnya empati pejabat negara terhadap penderitaan rakyat, khususnya masyarakat yang terdampak bencana.

“Ini seperti pesta di atas penderitaan rakyat. Saat masyarakat Aceh dan Sumatera Utara masih berjuang menghadapi dampak bencana, justru ditampilkan perayaan yang terkesan mahal dan berlebihan,” ujar Jajang dalam keterangannya, Rabu (31/12/2025).

Menurut Jajang, pejabat negara tidak hanya dituntut menjalankan tugas administratif, tetapi juga harus menunjukkan kepekaan sosial, etika publik, dan tanggung jawab moral terhadap kondisi masyarakat.

“Sebagai Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, seharusnya beliau memikirkan kondisi rakyat yang kehilangan rumah, tempat tinggal, dan rasa aman akibat bencana,” tegasnya.

Sorotan Anggaran Email Rp141 Miliar

Tak berhenti pada kritik soal perayaan Natal, CBA juga menyoroti kebijakan anggaran di lingkungan Kementerian PKP. Jajang menyinggung proyek Layanan Email Kedinasan di Sekretariat Jenderal kementerian tersebut yang dinilai janggal dan tidak rasional.

Berdasarkan temuan CBA, proyek layanan email tersebut menelan anggaran negara hingga Rp141.696.241.000. Angka tersebut dinilai fantastis dan tidak sebanding dengan urgensi kebutuhan masyarakat, terutama di tengah situasi darurat akibat bencana alam.