Depok, (BS) - Kecamatan Cipayung bersiap menyambut gelaran akbar Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-24 antar kota pada Senin, 11 November 2025. Di bawah komando Camat Muhamad Reza, Cipayung bertekad menjadi tuan rumah yang tak hanya sukses menyelenggarakan, tapi juga berkontribusi nyata dalam melahirkan generasi Qurani.

Persiapan demi persiapan dikebut. Bukan hanya soal panggung dan dekorasi, tapi juga kesiapan mental seluruh elemen masyarakat. Semangat gotong royong begitu terasa, mengingatkan saya pada kampung halaman saat menyambut hari besar.

“Lapangan ini sangat luas semua tampilan bisa berkumpul di sini dan dari kecamatan-kecamatan lain juga mengirimkan kafilahnya luar biasa sangat kompak,” ujar Muhamad Reza.

Kecamatan Cipayung mengerahkan 350 personel, mulai dari RT, RW, masyarakat, hingga organisasi kemasyarakatan. Bahkan, siswa-siswi pun turut dilibatkan, menciptakan suasana guyub dan penuh semangat.

Muhamad Reza menuturkan bahwa Cipayung dikenal sebagai wilayah dengan jumlah pesantren terbanyak, sekitar 12 pesantren dan yayasan lainnya. Hal ini menjadi modal penting dalam mendukung program pemberantasan buta huruf Al-Quran.

“Kalau kami kan terkenal dengan wilayah Pesantren terbanyak ya. Jadi sambil di sini lebih kurang ada 12 pesantren ya dan yayasan lainnya,” ungkapnya.

Menanggapi isu buta huruf Al-Quran, Muhamad Reza berkomitmen mendata warga yang belum lancar membaca Al-Quran. Penuntasan masalah ini akan melibatkan guru-guru dan tokoh agama di setiap kampung.

“Setelah ada datanya mungkin insyaallah kita akan tuntaskan dengan guru-guru dan jelekar yang ada di kampung-kampung kita di sini untuk mendorong program pak wali Alquran,” jelasnya.

Program ini sejalan dengan visi Walikota Depok dalam memberantas buta huruf Al-Quran. Dimulai dari pendataan di tingkat RT dan RW, pemerintah kecamatan akan menggandeng guru ngaji untuk memberikan pelatihan intensif.