BOGOR – Wakil Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bogor, Achmad Yaudin Sogir, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi longsor di Desa Hambalang, Kecamatan Citeureup, beberapa hari lalu. Dalam kunjungan tersebut, Komisi I menyoroti dugaan keterkaitan tiga mega proyek pembangunan dengan peristiwa longsor yang terjadi di kawasan tersebut.

Tiga proyek yang disebut dalam investigasi awal yakni PT Sentul Golf Utama (SGU), Sequoia Hills, dan D’Amandita Sentul. Diketahui, PT Sentul Golf Utama merupakan perusahaan yang dimiliki Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto.

“Komisi I melaksanakan investigasi monitoring terkait dumas (aduan masyarakat), di mana terdapat beberapa titik longsor yang diduga akibat kegiatan pembangunan oleh salah satu pengembang di wilayah Kecamatan Citeureup,” ujar Achmad Yaudin Sogir, Selasa (10/2/2026).

Menurutnya, perlu dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek legalitas perizinan, termasuk Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal), guna memastikan perlindungan bagi warga terdampak.

“Kita mengevaluasi dan meninjau aspek legalitas, di antaranya Amdal. Saat ini Amdal harus benar-benar dipastikan melibatkan warga sekitar dan pemerintah setempat, baik di tingkat kecamatan, desa, RT/RW maupun masyarakat terdampak,” ungkapnya.

Yaudin mengakui bahwa dalam sistem Online Single Submission (OSS), izin lingkungan tidak lagi menjadi persyaratan terpisah sebagaimana sebelumnya. Namun, ia menegaskan bahwa keberadaan dokumen Amdal tetap krusial untuk menjamin keselamatan dan keamanan masyarakat.

“Dengan kondisi ini, kita seperti kecolongan dalam pengawasan Amdal. Izin lingkungan hanya bersifat pemberitahuan adanya kegiatan usaha. Berbeda dengan Amdal, jika terjadi longsor, banjir, atau pergeseran tanah akibat pembangunan, maka perusahaan wajib bertanggung jawab,” tegasnya.

Komisi I DPRD Kabupaten Bogor menyatakan akan terus melakukan pengawasan ketat terhadap legalitas perizinan proyek-proyek pembangunan di kawasan tersebut, termasuk memastikan kepatuhan terhadap regulasi lingkungan dan tata ruang.

Kasus longsor di Hambalang kini menjadi perhatian publik, terutama terkait potensi dampak pembangunan skala besar terhadap stabilitas lingkungan dan keselamatan warga sekitar.