Depok, (BS) — Sekretaris Komisi D DPRD Kota Depok, Siswanto, menyerukan agar Pemerintah Kota Depok segera melakukan langkah serius berupa “tobat ekologi” dengan membenahi tata kelola lingkungan secara menyeluruh dari hulu hingga hilir. Desakan ini muncul setelah banjir dan genangan kembali melanda sejumlah wilayah selama cuaca ekstrem beberapa pekan terakhir.
Menurut Siswanto, rangkaian kejadian itu bukan lagi sekadar alarm, melainkan bukti nyata bahwa tata kelola lingkungan dan infrastruktur kota memerlukan perombakan besar dan fundamental.
Banjir Kembali Rendam Permata Depok
Dalam beberapa minggu terakhir, hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang memicu banjir di berbagai titik. Salah satu yang terparah adalah Perumahan Permata Depok, yang kembali terendam hingga setinggi pinggang orang dewasa.
“Ini bukan banjir biasa. Permata Depok punya masalah klasik sejak dulu, tapi sampai sekarang belum ada penyelesaian yang benar-benar fundamental. Masalahnya selalu sama: saluran terputus, sedimentasi tebal, dan banyak gorong-gorong tidak tersambung,” ujar Siswanto saat ditemui di ruang Fraksi PKB, Kamis (4/12).
Ia menegaskan bahwa persoalan tersebut berulang kali disampaikan kepada pihak eksekutif, termasuk dalam pembahasan Pansus RPJMD. Namun, langkah perbaikan yang dilakukan dinilai tidak memberikan dampak signifikan.
Turap Ambrol di Kampung Sawah: Ancaman Banjir & Longsor
Selain Permata Depok, Siswanto juga menerima laporan serius dari warga Kampung Sawah, Jalan Arido, RT 01, Kali Mulya, Cilodong, terkait ambrolnya turap di sisi jalan. Robohnya turap membuat aliran air kehilangan jalur, langsung meluap ke permukiman, dan memicu kekhawatiran akan ancaman longsor.
“Begitu turap runtuh, jalur air hilang kendali. Ini bukan sekadar genangan, tapi ancaman keselamatan warga. Kerusakan seperti ini seharusnya dapat dicegah jika ada pemeliharaan rutin dan audit infrastruktur,” tegasnya.

