Bogor, (BS) - Dua Kepala Desa Kecamatan Nanggung, kompak suarakan penyediaan sarana air bersih (SAB) yang masih minim di wilayahnya.
Argumen, yang disampaikan Kepala Desa Parakanmuncang, Mauludin dan Kepala Desa Kalongliud Jani Nurjaman secara tidak langsung menyindir gemerlapnya industri tambang emas di Kecamatan Nanggung, ternyata masih banyak warga yang belum memiliki akses memadai terhadap sarana air bersih.
Selain itu pagu indikatif yang diperoleh Kecamatan Nanggung sebesar Rp21 miliar rupanya tak bisa berbuat banyak untuk memenuhi hajat hidup orang banyak salah satunya SAB tersebut.
Mauludin pun merasa miris melihat fenomena yang dialami di wilayahnya.
"Ini miris sekali, di Kecamatan Nanggung yang ada gudang emas tetapi masyarakatnya masih belum bebas dari praktik buang air besar sembarangan (ODF) dan masih banyak yang mandi di kali," ucapnya dalam kegiatan Musrenbang Kecamatan Nanggung, Kamis, (13/2/2025).
"Saya berharap usulan kami terkait kesehatan dan kebersihan bisa diprioritaskan," pintanya.
Sementara Dedengkot Apdesi Kecamatan Nanggung, Jani Nurjaman beranggapan SAB merupakan kebutuhan krusial bagi masyarakat.
"SAB ini merupakan prioritas yang kami usulkan agar penyediaan air bersih khususnya yang ada di Desa Kalongliud dan Parakanmuncang bisa segera terealisasi," jelas Jani.
Bicara SAB, kata Jani, di desanya tinggal 20 persen penanganan yang belum terselesaikan.

