DEPOK, (BS) - Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (F-PKB) DPRD Kota Depok telah menyelesaikan kegiatan reses masa sidang ke-II tahun 2025.

Kegiatan ini dilaksanakan di seluruh daerah pemilihan (dapil) oleh para anggota fraksi dengan tujuan menyerap aspirasi masyarakat secara langsung dan menyeluruh.

Anggota F-PKB yang terlibat dalam reses ini antara lain Siswanto dan Babai Suhaimi di Dapil 6 (Sawangan, Bojongsari, Cipayung), Abdul Khoir di Dapil 5 (Tapos–Cilodong), Ade Ibrahim di Dapil 3 (Cimanggis), serta Tati Rachmawati di Dapil 2.

Dalam rapat paripurna DPRD Kota Depok, Ketua Fraksi PKB, Siswanto, menyampaikan hasil reses dan beberapa persoalan utama yang menjadi sorotan masyarakat.

Salah satu keluhan yang paling banyak disampaikan adalah terkait kondisi saluran air yang mengalami pendangkalan dan penyempitan. Masalah ini kerap menjadi penyebab banjir yang melanda permukiman warga saat musim hujan, sehingga menimbulkan kekhawatiran masyarakat.

“Masyarakat sangat berharap adanya langkah konkret dari pemerintah untuk segera melakukan normalisasi saluran air. Ini penting untuk mencegah banjir berulang yang dapat merusak lingkungan dan mengganggu aktivitas warga,” ujar Siswanto dalam sidang paripurna di GDC, Senin (19/05).

Selain persoalan infrastruktur, akses pendidikan juga menjadi perhatian serius. Banyak warga mengeluhkan sulitnya memasukkan anak ke sekolah negeri karena keterbatasan kuota. Akibatnya, sebagian orang tua terpaksa menyekolahkan anak mereka ke sekolah swasta dengan biaya yang tidak sedikit.

“Fraksi PKB mendorong agar pemerintah memberikan bantuan pembiayaan bagi siswa dari keluarga prasejahtera yang tidak tertampung di sekolah negeri. Pendidikan adalah hak semua warga, dan negara harus hadir untuk menjamin akses yang adil,” tegas Siswanto.

Di bidang ketenagakerjaan, warga mengusulkan agar pemerintah kota membuka lebih banyak lapangan kerja, terutama bagi kalangan muda. F-PKB menilai perlu adanya optimalisasi fungsi Balai Latihan Kerja (BLK) agar mampu mencetak tenaga kerja terampil dan siap bersaing di dunia industri.