Bogor, (BS) - Di tengah hiruk pikuk isu perubahan iklim, secercah harapan hadir dari Desa Gadog, Megamendung, Bogor. Pemerintah desa (Pemdes) bersama warganya bahu-membahu menanam pohon, bukan sembarang pohon, melainkan bibit alpukat Aligator yang menjanjikan manfaat ganda: lingkungan lestari dan ekonomi yang berkelanjutan.
Aksi nyata ini bukan sekadar seremonial, melainkan bagian dari upaya membangun kesadaran cinta lingkungan di kalangan masyarakat dan mengurangi jejak karbon (carbon footprint). Bayangkan, udara segar memenuhi paru-paru, hasil bumi melimpah, dan ekonomi desa menggeliat. Itulah visi yang ingin diwujudkan melalui gerakan menanam ini.
"Pohon yang ditanam saat ini adalah pohon berbuah, pohon alpukat jenis aligator, sebagai pendukung dari tanaman lain nya yang telah ada, Untuk lingkungan desa kami lebih hijau," ungkap Dedi Djunaedi, Kepala Desa (Kades) Gadog, di tengah kegiatan penanaman yang dipusatkan di wilayah RT 003/004, di lahan milik Bapak Inggit, tokoh masyarakat setempat.
Kolaborasi apik antara pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan warga ini diharapkan menjadi oase di tengah tantangan perubahan iklim yang semakin nyata. Saya membayangkan, kelak pohon-pohon ini akan menjadi saksi bisu kebersamaan dan bukti nyata kepedulian terhadap bumi.
"Selain penghasil oksigen dan penyerapan karbon di oksida, juga bisa menyaring polutan berbahaya, dan juga bisa menjadi sumber ekonomi jangka panjang nya," ujar Dedi kepada wartawan, Jumat (30/10/2025), dengan nada penuh optimisme.
Lebih dari sekadar penghijauan, kegiatan ini juga merupakan langkah mitigasi terhadap dampak perubahan iklim yang mulai dirasakan di Desa Gadog. Harapannya sederhana, namun dampaknya besar: mengurangi emisi gas rumah kaca, meningkatkan kualitas udara, dan menjaga keseimbangan ekosistem.
"Dengan giat Gadog menanam ini diharapkan dapat mengurangi emisi gas rumah kaca, meningkatkan kualitas udara dan menjaga keseimbangan ekosistem di wilayah kami," terang Dedi.
Namun, menanam hanyalah langkah awal. Dedi Djunaedi mengajak seluruh warganya untuk merawat pohon-pohon tersebut secara berkelanjutan. Sebab, keberhasilan program ini terletak pada proses pemeliharaan yang dilakukan secara konsisten.
"Keberhasilan program ini bukan hanya menanam, akan tetapi proses pemeliharaan yang harus diperhatikan, dan dilakukan secara berkesinambungan," ucap Dedi, menekankan pentingnya komitmen jangka panjang.

