Cisarua, (BS)– Warga Kampung Cijulangmuara, Desa Kopo, Kecamatan Cisarua, kembali menyuarakan keluhan terkait kondisi jembatan penghubung antar desa di dua kecamatan—Megamendung dan Cisarua—yang rusak akibat banjir Sungai Ciliwung pada Maret 2025 lalu.
Belum adanya perbaikan jembatan tersebut membuat ribuan warga terdampak langsung. Pasalnya, jembatan itu merupakan satu-satunya akses utama bagi warga Kampung Cijulang untuk beraktivitas sehari-hari.
Perwakilan warga Cijulang, Iman Sukarya, mengatakan kondisi jembatan yang rusak hampir satu tahun ini menjadi beban berat bagi masyarakat. Ia menegaskan bahwa sebelum rusak, jembatan tersebut dapat dilalui kendaraan roda empat dan menjadi jalur vital untuk mobilitas ekonomi warga.
“Sudah hampir satu tahun kami terisolasi. Jembatan ini dulu bisa dilalui mobil dan jadi urat nadi ekonomi warga. Sejak rusak diterjang banjir besar pada Maret 2025, aktivitas kami sangat terganggu. Mobil tidak bisa lewat, usaha warga macet, bahkan anak-anak sekolah harus memutar jauh,” ujar Iman, Sabtu (29/11).
Iman menambahkan bahwa warga tidak hanya meminta perbaikan sementara, tetapi pembangunan jembatan baru yang lebih kokoh dan layak.
“Kami ingin pemerintah membangun jembatan yang benar-benar kuat, bukan sementara. Sungai Ciliwung tiap tahun meluap. Kalau konstruksinya jembatan rawayan, cepat rusak lagi. Lebih baik bangun permanen yang berkualitas agar manfaatnya jangka panjang,” tegasnya.
Ia juga mengungkapkan, warga telah berulang kali meminta kejelasan dari pihak desa, kecamatan, hingga bupati. Menurutnya, saat peresmian Jembatan Rawayan sebelumnya, sempat ada janji pembangunan lanjutan, namun hingga kini belum ada kepastian.
“Kalau terus dibiarkan, kami siap melakukan aksi lanjutan sampai ke tingkat kabupaten,” kata Iman.
Warga berharap pemerintah bersama DPRD Kabupaten Bogor, khususnya Dapil 3, segera turun tangan karena akses tersebut berdampak langsung pada ribuan warga di wilayah Cijulang, Muara, Cisarua Dalam, Leuwimalang, hingga kawasan vila di sekitar jembatan. (Iwan)

