DEPOK, (BS) - Berbagai harapan menggema di Hari Lahir (Harlah) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ke 27 yang digelar Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB Kota Depok, Jumat (18/7). Di antaranya, terkait isu lingkungan, ekonomi dan pendidikan.
PKB Depok berharap seluruh stakeholder ikut mengawal tiga isu tersebut. "Menurut kami, tiga isu itu semua krusial," ujar Siswanto, anggota DPRD Kota Depok.
Terkait lingkungan misalnya, lanjut politisi yang juga Ketua Fraksi PKB itu, masih menjadi pekerjaan rumah (PR) Pemkot Kota Depok. Masih banyak, bangunan atau pemukiman yang mengabaikan ekosistem lingkungan.
"Lihat saja, banyak bangunan yang berdiri di sepadan sungai atau setu. Kemudian banyak bangunan yang tidak memperhatikan AMDAL (Analisis Dampak Lingkungan). Nah, semua itu harus diselesaikan," tuturnya.
Isu kedua yang tidak kalah penting, kata Siswanto, yakni masalah ekonomi. Di Kota Depok masih banyak pengangguran. Artinya, Pemkot Depok harus berusaha membuka lapangan pekerjaan seluas-luasnya.
Akan tetapi, PKB tidak akan tinggal diam. "Kami juga akan berusaha menciptakan lapangan pekerjaan untuk anak-anak muda. Caranya, kami mengajak anak-anak muda memanfaatkan media sosial dan platform lainnya untuk berwirausaha," ujarnya.
"Kami akan melatih anak-anak muda dalam program pelatihan digital marketing dengan tagline, hari bisa jualan, hari ini bisa cuan," sambungnya.
Kemudian isu pendidikan. Pada peringatan Harla PKB ke 27 ini, PKB Depok berharap agar pemkot dapat merealisasikan penyelenggaraan pendidikan yang inklusi. Pemkot Depok dalam satu periode kedepan, fokus menuntaskan sarana dan prasarana pendidikan.
"Kita bercermin dari SPMB kemarin. Banyak anak-anak yang tidak mendapatkan kesempatan sekolah di sekolah negeri karena keterbatasan daya tampung. Nah ini juga PR buat Pemkot Depok," tandasnya.

