Depok, (BS) – Pembangunan jembatan penghubung di Kampung Parung Bingung, Kota Depok, menjadi bukti konkret bahwa aspirasi masyarakat yang disalurkan melalui mekanisme pokok-pokok pikiran (pokir) legislatif dapat diwujudkan secara tepat sasaran dan memberikan dampak langsung bagi warga.
Hal tersebut disampaikan Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Depok, Mazhab HM, yang menegaskan bahwa pembangunan jembatan tersebut berangkat dari kebutuhan riil masyarakat, khususnya dalam mengatasi keterbatasan akses antarwilayah.
“Pembangunan jembatan ini murni berasal dari aspirasi masyarakat. Warga membutuhkan akses penghubung agar kegiatan pendidikan keagamaan, mobilitas harian, serta aktivitas ekonomi bisa berjalan lebih lancar,” ujar Mazhab, Senin (26/1/2026).
Mazhab menjelaskan, aspirasi warga Kampung Parung Bingung kemudian diperjuangkan melalui mekanisme pokir dengan alokasi anggaran sekitar Rp480 juta. Sejak awal, penggunaan anggaran tersebut diarahkan untuk pembangunan infrastruktur yang manfaatnya dapat langsung dirasakan oleh masyarakat.
“Pokir harus benar-benar menyentuh kebutuhan warga.
Jembatan ini menjadi contoh bahwa aspirasi yang disampaikan dengan jelas dan diperjuangkan dengan sungguh-sungguh bisa diwujudkan menjadi pembangunan nyata,” katanya.
Sebelum jembatan dibangun, warga harus menempuh jalur yang lebih jauh untuk menjangkau wilayah seberang kampung. Kondisi tersebut tidak hanya menyulitkan mobilitas harian, tetapi juga berdampak pada aktivitas santri pondok pesantren, masyarakat umum, serta pelaku usaha kecil.
“Dengan adanya jembatan penghubung ini, akses menjadi lebih mudah, waktu tempuh lebih singkat, dan aktivitas warga menjadi jauh lebih efektif,” jelasnya.
Lebih dari sekadar infrastruktur fisik, Mazhab menilai jembatan tersebut memiliki nilai strategis dalam mendorong dampak sosial dan ekonomi masyarakat sekitar. Terbukanya akses diyakini akan meningkatkan pergerakan ekonomi warga sekaligus memperkuat interaksi sosial antarwilayah.
“Ketika akses terbuka, maka roda ekonomi warga ikut bergerak. Jembatan ini bukan hanya menghubungkan wilayah, tetapi juga menghubungkan aktivitas sosial, pendidikan, dan ekonomi masyarakat,” ungkapnya.

