Bogor, (BS) - Angin segar berhembus bagi warga Bogor Barat! Impian memiliki akses transportasi yang memadai tampaknya akan segera terwujud. Pemerintah Kabupaten Bogor tengah serius menjajaki pembangunan jalur Kereta Rel Listrik (KRL) yang akan menghubungkan wilayah barat, tepatnya Kecamatan Jasinga. Langkah ini diharapkan menjadi katalisator pemerataan pembangunan dan membuka isolasi wilayah yang selama ini bergantung pada moda transportasi darat konvensional.

Sebagai warga yang sering merasakan macetnya jalanan Bogor, saya sangat antusias mendengar kabar ini. Bayangkan, kemudahan akses transportasi publik akan sangat mempermudah mobilitas, baik untuk bekerja, berbisnis, maupun sekadar menikmati akhir pekan di Jakarta.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappedalitbang) Kabupaten Bogor, Bambam Setia Aji, menegaskan komitmen Pemkab untuk memperluas konektivitas antarwilayah melalui pengembangan jaringan KRL.

"Sebetulnya kami ingin mengembangkan jaringan baru, salah satunya KRL. Saat ini KRL sudah sampai di Tenjo. Kami sedang mengkaji jalur baru dari Tenjo ke Jasinga, serta opsi jalur dari Parungpanjang ke Jasinga," kata Bambam seperti dilansir dari SuaraBotim.Com pada Jumat (7/11).

Menurut Bambam, ambisi ini didorong langsung oleh Bupati Bogor, yang meyakini bahwa kehadiran KRL akan menjadi mesin penggerak ekonomi di wilayah barat Kabupaten Bogor.

"Dengan adanya jalur kereta, pertumbuhan ekonomi bisa lebih cepat. Developer besar akan tertarik, seperti Podomoro Group yang kini mengembangkan kawasan di Tenjo," tambah Bambam.

Pengalaman Tenjo menjadi bukti nyata bagaimana investasi dan pengembangan properti berskala besar dapat tumbuh subur berkat kehadiran transportasi massal berbasis rel. Hal ini menjadi amunisi tambahan bagi Pemkab Bogor untuk terus mengejar realisasi proyek KRL Jasinga.

Menyadari tingginya mobilitas warga yang bekerja di Jakarta dan mengandalkan KRL, Pemkab Bogor melihat urgensi pengembangan jalur kereta api ini semakin mendesak. Usulan pengembangan jalur KRL menuju Jasinga telah diajukan ke PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk dikaji kelayakan teknis dan ekonominya.

"Intinya, jalur kereta api dari Jasinga–Tenjo atau Parungpanjang–Jasinga sedang diajukan ke KAI dan Kemenhub untuk dikaji lebih lanjut," tutup Bambam.