Bogor, (BS) - Kepala Desa Parakanmuncang, Kecamatan Nanggung, Mauludin kembali menanam padi huma sebagai representatif menjaga tradisi yang kini mulai terlupakan.

"Tanaman yang ditanam di lahan kering tanpa irigasi ini menyimpan potensi besar untuk meningkatkan ketahanan pangan dan melestarikan lingkungan," ungkap dia, Selasa (13/5/2025).

Ia mengatakan garapan padi huma yang ditanam sekarang tak seluas di tahun sebelumnya.

"Sedikit sekarang mah. Soalnya persiapan lahannya mepet sama waktu ngaseuk (proses penanaman)," jelas Mauludin.
 
"Dua tempat tapi luasnya gak seperti tahun kemaren," jelasnya kembali.

Menurutnya, padi huma bukan sekadar soal panen, tapi juga soal warisan leluhur. 

“Karena tradisi yang harus kita jaga, jadi dalam pengalaman panen huma perdana ini kita harus lestarikan dari zaman nenek moyang kita terdahulu,” sebutnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Bogor, Entis Sutisna mengatakan pihaknya juga sedang menggarap pare huma alias padi gogo di beberapa wilayah untuk mendukung program ketahanan pangan.

Menurut dia, baru 120 hektar lahan yang menanam padi huma dari area lahan seluas 240 hektar.

"Itu salah satu yang sedang kita garap, namanya padi gogo ya, ditanam di tanah-tanah darat," kata Entis kepada beritasatoe.com sehabis meninjau area persawahan di wilayah Sibanteng, Leuwisadeng beberapa waktu lalu. (Deri)