LAMPUNG TIMUR, ( BS ) – Ternyata, ketika Tim Kelompok Kerja (Pokja) Komisi Pengawas Pupuk dan Pestisida (KPPP) Kabupaten Lampung Timur memeriksa Muslihin Pengecer Lini IV Kios Rukun Sentosa Desa Rantau Jaya Udik II Kecamatan Sukadana tidak membahas dugaan mark-up harga eceran tertinggi (HET) pupuk bersubsidi.

Melainkan membahas dugaan penggelapan uang hasil sewa traktor rotari selama 4 musim tanam tahun 2022-2023 dan penimbunan pupuk bersubsidi oleh Masnan Bendahara Poktan Sido Mukti VIII merangkap Bendahara Gapoktan Rukun Sentosa.

Hal itu diutarakan oleh Nur Azizah Staf Fungsional Perdagangan yang mewakili Verzanita Hasan,ST.,MT Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Lampung Timur saat melakukan pemeriksaan terhadap Muslihin Pengecer Lini IV Kios Rukun Sentosa pada Rabu, 3 April 2024 lalu.

“Saya disuruh Bu Kadis mewakili, setelah terjun ke lokasi ternyata beda, yang dibahas masalah traktor sama penimbunan, bukan masalah HET”, tutur Nur Azizah saat ditanya oleh Ariesta Kabid Binusdag Disperindag Lamtim pada Senin, 22 April 2024 sekitar jam 11.00 WIB.

Kepala Bidang (Kabid) Bina Usaha Perdagangan (Binusdag) Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Lampung Timur, Ariesta sepertinya merasa geram.

Ia mengatakan pihaknya akan memberikan jawaban masalah mark-up harga eceran tertinggi (HET) Pupuk Bersubsidi setelah melakukan pemeriksaan terhadap Muslihin Pengecer Kios Rukun Sentosa.

“Kalau (Dinas) Perdagangan hanya (menangani) masalah HET (Pupuk Bersubsidi) aja, kalau masalah HET-nya itu nanti bisa saya jawab kalo saya udah turun”, tegas Ariesta diruang kerjanya didampingi oleh Nur Azizah staf fungsional perdagangan itu.

Sementara keterangan dari Nur Azizah saat melakukan pemeriksaan tidak membicarakan masalah HET Pupuk Bersubsidi, melainkan tentang urusan Gapoktan dan traktor rotari bantuan hibah dari Pemerintah tahun 2022.

“Tapi dari saksinya etek (Nur Azizah) ini nggak membicarakan masalah HET, berarti bukan tupoksi kami, kalau tentang Gapoktan tentang traktor bukan wilayah kami”, terang Kabid Bina Usaha Perdagangan itu.