Bogor, (BS) – Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Kesehatan terus menggencarkan skrining aktif HIV/AIDS, menyusul tren peningkatan jumlah kasus yang teridentifikasi. Hingga tahun 2024, tercatat 4.801 kasus positif HIV/AIDS di seluruh wilayah Kabupaten Bogor, termasuk daerah pelosok.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, dr. Agus Fauzi, menyampaikan bahwa peningkatan angka ini merupakan hasil dari strategi deteksi dini yang lebih masif dan menyeluruh.

“Fenomena HIV/AIDS itu seperti gunung es. Yang terlihat hanya sebagian kecil, sisanya tersembunyi. Karena itu kami melakukan penelusuran aktif hingga ke akar untuk menemukan penderita dan segera memberikan pengobatan,” ujar dr. Agus dalam acara penyerahan sertifikat Huntap di Desa Urug, Rabu (28/5).

Fokus pada Deteksi dan Pengobatan Dini

dr. Agus menjelaskan bahwa setelah terdeteksi, penderita langsung diarahkan untuk menjalani pengobatan antiretroviral (ARV) guna menekan potensi penularan.

“Begitu ditemukan positif, kami langsung berikan pengobatan ARV agar tidak menularkan ke orang lain,” tegasnya.

Selain pengobatan, Dinas Kesehatan juga aktif melakukan edukasi untuk meluruskan stigma negatif terhadap penderita HIV/AIDS, yang sering kali dianggap menular secara kasat mata dan layak diasingkan.

“Penderita HIV/AIDS bukan untuk dijauhi atau diisolasi. Mereka harus didukung dan diajak untuk berobat agar bisa hidup sehat,” tambahnya.

Layanan Pengobatan Diperluas

Halaman:
N
Penulis: Naufal