BOGOR, (BS) –  Belanja pengadaan ketahanan pangan Desa Sadengkolot, Kecamatan Leuwisadeng tahun anggaran 2024 jadi sorotan publik.  Ketua LSM Gerakan Nasional Pajajaran (Genpar) Sambas Alamsyah menilai program ketahanan pangan berupa penggemukan kerbau di Kampung Sindangsari diduga Ghoib.

Menurut Sambas, setelah melakukan investigasi ia dan kawan-kawan menemukan kejanggalan.

"Jadi dalam hal ini RT namanya Pak Wawan menyampaikan bahwa ada sekitar 15 ekor kerbau anggaran ketahanan pangan tahun 2024 sudah dianggarkan dan sudah direalisasikan dan di satu titik (koloni-red) ungkap Sambas, Jumat (4/7/2025).

Sambungnya, pengakuan menurut 
pemilik kandang ia miliki 14 ekor kerbau pribadi. Kemudian 15 ekor dari anggaran ketahanan pangan namun satu ekor mati jadi secara keseluruhan 28 ekor. 

"Disini saya temukan, klarifikasi 
yang mereka sampaikan tidak benar, 100 persen miliknya tidak ada keterlibatan anggaran apapun terkait dengan ke pemerintahan," ucapnya.

"Jadi program ketahanan pangan penggemukan kerbau di Desa Sadengkolot, kami anggap janggal dan abu-abu," tegas Sambas.

Di lain tempat, Sekertaris Desa Sadengkolot, Sudiman akui telah dipanggil Pemerintah Kecamatan Leuwisadeng melalui Kasipem. Namun tidak merinci pembahasan apa saja yang dimaksud.

Sudiman menjelaskan pembelanjaan barang yang dibiayai dana desa saat ini melalui transfer.

"Kalau anggaran keuangan sekarang transfer, kalau bukti saya kan dengan SPJ," kata dia.