DEPOK, (BS) - Sekretaris Komisi D DPRD Kota Depok yang juga menjabat sebagai Ketua Fraksi PKB, Siswanto, angkat bicara terkait dugaan kasus pelecehan seksual yang terjadi di SMPN 3 Depok. Ia menyatakan keprihatinannya karena kasus serupa terus berulang di Kota Depok.
Menurut Siswanto, peristiwa dugaan pelecehan seksual ini terjadi kurang dari enam bulan setelah kasus serupa mencuat di SD Bunda Maria. Ia menilai bahwa kondisi ini menunjukkan perlunya perhatian serius dari berbagai pihak.
"Kasus-kasus seperti ini seharusnya tidak terus terjadi. Maka dari itu, kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) untuk mendengarkan langsung penjelasan mengenai kasus yang melibatkan oknum guru," ujarnya.
Ia menambahkan, koordinasi tersebut bertujuan agar instansi terkait dapat bergerak cepat dalam menangani persoalan ini. Selain itu, ia berharap DP3AP2KB segera melakukan klarifikasi atas informasi yang beredar di media.
"Kami menunggu hasil koordinasi Bu Kadis dengan pihak sekolah. Apakah benar telah terjadi pelecehan seksual atau tidak, nanti akan diperbarui informasinya," jelas Siswanto.
Lebih jauh, ia meminta agar DP3AP2KB aktif melakukan sosialisasi di sekolah-sekolah guna mencegah terulangnya kejadian serupa.
"Harapan kami, ada langkah pencegahan sejak dini agar kasus seperti ini tidak kembali terjadi," tegasnya.
Siswanto juga mengimbau masyarakat untuk bersabar menunggu hasil investigasi resmi. Jika terbukti benar bahwa ada pelecehan seksual yang dilakukan oleh oknum guru terhadap siswi, Komisi D, menurutnya, akan mengambil langkah tegas.
"Jika memang terbukti, tentu ada sanksi berlapis yang akan diterapkan, mulai dari sanksi pidana, pelanggaran kode etik guru, hingga pemecatan," tutup Siswanto. ( Hetti)

