CISARUA, (BS) - Desa Wisata Leuwimalang, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, sukses mencuri perhatian di ajang Kabogorfest 2025 dalam rangkaian perayaan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-543. Setelah sempat vakum akibat kendala regenerasi dan konsistensi, desa yang baru direvitalisasi pertengahan 2023 ini kembali bangkit dengan konsep wisata edukasi berbasis alam dan pelestarian lingkungan. Kehadirannya di Kabogorfest menjadi bukti nyata kebangkitan dan inovasi yang dilakukan.

Ketua Desa Wisata Leuwimalang, Cecep Supriadi, menjelaskan dua paket wisata unggulan yang ditawarkan: One Day Trip dan Live In. Paket One Day Trip menawarkan pengalaman edukasi seharian penuh, mulai dari menikmati kuliner khas, belajar pertanian, memetik jambu kristal, hingga pengalaman unik memandikan kerbau. Ada juga pelatihan Ekraft, kerajinan tangan dari limbah plastik yang disulap menjadi bunga dan dedaunan.

Bagi wisatawan yang ingin pengalaman lebih mendalam, tersedia program Live In. Dalam program ini, wisatawan tinggal bersama warga, mengikuti aktivitas harian mereka, dan merasakan langsung nilai-nilai budaya dan keberlanjutan lingkungan yang dianut masyarakat Leuwimalang. Peserta Live In akan merasakan betapa kentalnya budaya dan kearifan lokal yang terjaga di desa ini.

Selain paket edukasi dan keterampilan, potensi wisata alam Leuwimalang juga menjadi daya tarik tersendiri. Keindahan sawah menghijau, aliran sungai yang menyejukkan, kegiatan menggembala kambing, hingga rafting menawarkan pengalaman menyatu dengan alam yang autentik dan tak terlupakan. Semua aktivitas dirancang untuk memberikan pengalaman wisata yang berkesan dan mendidik.

“Alhamdulillah, sejak terbentuk kembali kami aktif mengikuti berbagai pameran. Dan bisa tampil di Kabogorfest tahun ini adalah kebanggaan besar,” ujar Cecep. Ia menambahkan kesan positifnya terhadap HJB 2024 yang menurutnya memberikan ruang dan semangat bagi pelaku wisata lokal untuk berkembang. “Semoga tahun depan lebih meriah lagi dan kami bisa terus ambil bagian. Ini pengalaman pertama kami di HJB, sangat berkesan,” tambahnya.

Keikutsertaan Leuwimalang di Kabogorfest bukan hanya penanda kebangkitan, tetapi juga simbol keberhasilan regenerasi, inovasi, dan semangat kolaborasi dalam membangun desa berbasis potensi lokal, lingkungan, dan edukasi. Keberhasilan ini diharapkan dapat menginspirasi desa-desa lain untuk mengembangkan potensi wisatanya secara berkelanjutan.

Potensi wisata Leuwimalang yang terintegrasi dengan edukasi dan pelestarian lingkungan menjadikannya contoh nyata bagaimana pariwisata dapat berkontribusi pada pembangunan ekonomi desa yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Partisipasi aktif Leuwimalang dalam Kabogorfest menandakan komitmen kuat mereka untuk terus berinovasi dan mengembangkan potensi wisatanya. (Dewa)