Bogor, (BS) – Desa Wirajaya, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor, memperingati hari jadinya yang ke-19 dengan rangkaian kegiatan yang sarat makna. Perayaan tersebut tidak sekadar menjadi agenda seremonial tahunan, melainkan momentum untuk merawat ingatan kolektif, memperkuat gotong royong, serta meneguhkan identitas desa.

Kepala Desa Wirajaya, Muhammad Basit, menuturkan bahwa peringatan milad desa berangkat dari aspirasi para tokoh masyarakat yang menginginkan adanya penanda sejarah dan kebersamaan warga. Sejak dirinya menjabat, aspirasi tersebut kemudian ditetapkan sebagai agenda rutin tahunan.

“Ini merupakan permintaan tokoh masyarakat. Insyaallah, setiap satu tahun sekali akan terus kita laksanakan selama saya menjabat,” ujar Basit, Jumat (26/12/2025).

Ia berharap peringatan milad desa tidak hanya dimaknai sebagai pesta, tetapi menjadi ruang untuk mempererat kekompakan warga, terutama melalui penguatan budaya gotong royong yang terus disosialisasikan hingga tingkat RT dan RW.

Rangkaian perayaan milad Desa Wirajaya berlangsung selama tiga hari. Ketua Panitia, Suhendi, menjelaskan bahwa hari pertama diisi dengan kegiatan tasyakuran, doa bersama, serta ziarah kubro ke Makam Wiraja di Kampung Keusal sebagai bentuk penghormatan kepada para leluhur desa.

“Pada hari Jumat ini kita melaksanakan ziarah kubro ke makam Wiraja,” ujar Suhendi yang akrab disapa Ripal.

Memasuki hari kedua, perayaan dilanjutkan dengan upacara peringatan milad desa, yang kemudian dimeriahkan dengan berbagai perlombaan antar-RT dan RW. Salah satu kegiatan yang menarik perhatian adalah lomba pidato, yang menjadi wadah bagi warga untuk menyampaikan gagasan, aspirasi, serta kebanggaan terhadap Desa Wirajaya.

Puncak perayaan digelar pada hari ketiga dengan melibatkan seluruh RT dalam lomba tumpeng. Kegiatan tersebut dilanjutkan dengan pentas seni budaya, mulai dari pencak silat, jaipong, hingga topeng tradisional. Panitia juga menyiapkan pembagian doorprize sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi dan antusiasme warga.

Lebih dari sekadar perayaan usia, milad ke-19 Desa Wirajaya menjadi cermin bagaimana sebuah desa mampu merawat tradisi, memperkuat kebersamaan, serta menanamkan rasa memiliki dan kebanggaan kepada generasi muda. (Dery)