Ciawi, (BS) - Amarah ratusan warga Telukpinang, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, akhirnya meledak! Pada hari Rabu, 12 November 2025, mereka turun ke jalan, menyuarakan kekesalan di lokasi proyek pemasangan Box Culvert di Jalan Veteran II. Tujuan mereka satu: menuntut pertanggungjawaban CV. MAKSUM FAMILY, pelaksana proyek yang dianggap biang keladi lumpuhnya aktivitas sehari-hari.
Penutupan total akses jalan telah memicu dampak yang sangat meresahkan. Bayangkan, janji manis penyelesaian dalam tiga hari ternyata hanya omong kosong belaka! Dampak ekonomi dan sosial yang semakin parah membuat kesabaran warga habis sudah. Saya bisa merasakan betul bagaimana frustrasinya mereka, terjebak dalam situasi yang tak menentu ini.
Kapolsek Ciawi AKP Dede Lesman Jaya SH.MH., berusaha menenangkan suasana dengan mengingatkan pentingnya aksi damai. Beliau menyampaikan:
"Warga melakukan aksi menyampaikan aspirasi, sah - sah saja. Tapi harus sesuai aturan, dan dalam aksi jangan anarkis, jangan sampai melukan yang ada unsur pidananya," kata AKP Dede Lesman Jaya SH.MH., Rabu (12/11/2025).
Untungnya, kesigapan petugas Polsek Ciawi berhasil meredam emosi yang sempat memuncak. Demonstrasi berlanjut dengan dialog yang melibatkan berbagai pihak: warga, pelaksana proyek, Kepala Desa Telukpinang, perwakilan Kecamatan, dan UPT Infrastruktur Jalan dan Jembatan Wilayah II Ciawi. Sebuah forum yang diharapkan bisa menjembatani solusi.
Kepala Desa Telukpinang, Ahmad Rifai, tak bisa menyembunyikan kekecewaannya. Ia mengungkapkan bahwa sejak awal penutupan jalan, pihak pelaksana proyek sama sekali tidak melakukan komunikasi terkait pengalihan arus lalu lintas. Sungguh ironis, sebuah proyek besar tanpa koordinasi yang memadai!
"Kami pihak pemerintahan desa tidak mau ada cap jelek dari warga terkait proyek ini, seperti hari ini masyarakat menanyakan pada kami tentang izin ,koordinasi dan sosialisasi dari pihak pelaksana mengenai pengalihan jalan ke wilayah Kampung Cibolang RW.05, dan kami sampaikan tidak ada," tutur Ahmad Rifai.
Hendi, perwakilan CV. MAKSUM FAMILY, mencoba berkelit dengan menyatakan bahwa sosialisasi dan koordinasi telah dilakukan melalui seseorang yang ditugaskannya. Seolah ingin lepas tanggung jawab, ia mengatakan:
"Saya hanya pelaksana lapangan, untuk koordinasi dan sosialisasi dengan wilayah ada lagi orang lain yang ditugaskan," kilah Hendi.

