Bogor, (BS) - Kasus temuan obat-obatan kedaluwarsa senilai lebih dari Rp1.025.851.400,00 miliar di Gudang Farmasi Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor menuai sorotan tajam. Ketua LSM PPUK DPC Kabupaten Bogor, Ilyas, menilai kasus ini bukan persoalan teknis biasa, melainkan bukti lemahnya tata kelola obat dan perencanaan yang berpotensi menimbulkan kerugian keuangan negara.
"Ini bukan hal sepele. Nilai obat kedaluwarsa mencapai miliaran rupiah menunjukkan adanya pemborosan dan potensi kerugian negara. Apalagi ini obat untuk masyarakat yang seharusnya disalurkan tepat waktu,” ujar Ilyas kepada beritasatoe.com belum lama ini.
Menurutnya, alasan yang disampaikan Dinas Kesehatan bahwa obat tersebut berasal dari droping Provinsi Jawa Barat dengan waktu kedaluwarsa yang singkat tidak dapat dijadikan pembenaran.
"Begitu obat diterima, tanggung jawab pengelolaan dan distribusi sepenuhnya berada di tangan Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor. Tidak ada alasan untuk membiarkan barang publik senilai miliaran rupiah rusak begitu saja,” tegasnya.
LSM PPUK mendesak pihak terkait segera melakukan audit khusus terhadap sistem pengadaan, penyimpanan, dan distribusi obat di lingkungan Dinas Kesehatan.
"Kami mendorong agar BPK, Inspektorat, hingga Aparat Penegak Hukum turun tangan bila ditemukan unsur kelalaian berat atau pelanggaran administratif yang mengarah pada kerugian negara,” kata Ilyas menambahkan.
Temuan ini, lanjutnya, berpotensi melanggar ketentuan UU Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara dan UU Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan Keuangan Negara, yang mengatur bahwa setiap kerugian negara akibat kelalaian pejabat wajib diganti dan dipertanggungjawabkan.
Dari sisi kesehatan masyarakat, kasus ini juga dinilai mencederai amanat UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, yang menuntut jaminan mutu, keamanan, dan manfaat obat bagi warga.
Ilyas juga menyoroti lemahnya koordinasi antara Pemerintah Provinsi dan Kabupaten dalam perencanaan distribusi obat. Ia menyebut, dana sebesar itu seharusnya bisa digunakan untuk kebutuhan yang lebih mendesak.

