JASINGA, (BS)– UPT Infrastruktur Irigasi Kelas A Wilayah V Jasinga akhirnya angkat bicara terkait proyek pemeliharaan saluran irigasi Cicaung di Desa Batutulis, Kecamatan Nanggung, yang belakangan menuai kritik dari berbagai pihak karena dinilai tidak sesuai kebutuhan lapangan.

Melalui Juru Pengairan Asep Fudin, UPT menyatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga aset milik pemerintah.

“Kami menjaga aset pemerintah. Untuk pembangunan bendungannya mudah-mudahan bisa terealisasi tahun ini,” ujar Asep, yang akrab disapa Apud, Sabtu (19/7/2025).

Lebih lanjut ia berharap agar Pemerintah Kabupaten Bogor segera merespons dan menjadikan pembangunan Bendungan Cicaung sebagai prioritas, mengingat perannya sebagai sumber utama pasokan air untuk pertanian di wilayah tersebut.

Rencananya, pembangunan bendungan tersebut akan menggunakan anggaran dari Alokasi Bantuan Tambahan (ABT) tahun 2025 sebesar Rp200 juta.

Proyek Dipertanyakan, Dinilai Tak Efektif

Sebelumnya, Ketua LSM Pergerakan Perubahan Untuk Keadilan (PPUK) Kabupaten Bogor, Ilyas, menyebut proyek pemeliharaan saluran irigasi senilai Rp45 juta itu sebagai kegiatan yang terkesan dipaksakan.“Ketika bendungan sudah rusak sejak awal 2000-an dan tidak berfungsi, kenapa justru saluran yang diperbaiki? Ini tidak tepat sasaran dan hanya membebani APBD tanpa manfaat nyata,” ujar Ilyas.

Menurutnya, tanpa keberadaan bendungan yang berfungsi, aliran air ke saluran irigasi tidak akan ada, sehingga pekerjaan pemeliharaan saluran hanya menjadi proyek sia-sia.

Staf Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Kecamatan Nanggung, Engkus Kusumah, juga menilai semestinya perbaikan saluran dilakukan setelah bendungan dibangun kembali. Ia menyoroti kondisi saluran irigasi yang mengalami pedangkalan akibat jebolnya bendungan Cicaung.