BOGOR, (BS) – Tambal sulam jalan di wilayah Kabupaten Bogor kembali disorot warga. Banyak perbaikan jalan yang dilakukan kontraktor dinilai asal-asalan, sehingga tambalan cepat mengelupas dan justru meninggalkan lubang lebih besar.
Padahal, pemerintah telah menetapkan standar teknis perbaikan jalan melalui Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Tahapan perbaikan seharusnya meliputi pembersihan permukaan, pemotongan area kerusakan berbentuk persegi, pelapisan perekat (tack coat), pengisian campuran aspal panas sesuai spesifikasi, hingga pemadatan dengan alat berat agar tambalan menyatu dengan aspal lama.
Namun kenyataannya, banyak kontraktor di lapangan hanya menutup lubang dengan aspal dingin seadanya tanpa pemadatan yang memadai. Dalam hitungan minggu, tambalan terkelupas, memicu kerusakan ulang.
“Kalau dikerjakan sesuai standar, tambal sulam bisa bertahan bertahun-tahun. Yang kita lihat justru tambalan seumur jagung,” ujar Iwan, warga Bogor, Rabu (17/9/2025).
Praktik tambal sulam asal-asalan ini bukan hanya mengurangi estetika jalan, tetapi juga membahayakan keselamatan. Pengendara motor paling rentan terpeleset saat melintasi tambalan bergelombang atau aspal yang terkelupas.
Kementerian PUPR menegaskan bahwa setiap proyek perbaikan wajib mengikuti standar teknis. Namun, pelaksanaan di daerah kerap longgar akibat lemahnya pengawasan dari dinas terkait maupun konsultan pengawas.
Warga berharap Pemkab Bogor memperketat kontrol agar anggaran perbaikan jalan tidak terbuang sia-sia dan keselamatan pengguna jalan tetap terjamin. (Dev/San)
Berita Populer
Daerah
Install App
Berita Satoe
Untuk pengalaman membaca berita yang lebih cepat dan nyaman, Install Aplikasi kami di Android Anda

