Megamendung, (BS) - Dalam rangka memperingati Hari Jadi Bogor ke-543 yang bertepatan dengan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Aliansi Masyarakat Bogor Selatan (AMBS) bersama masyarakat dan para tokoh dari Kawasan Puncak menggelar aksi peduli lingkungan di sekitar kawasan Sungai Cibalok, Desa Gadog, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor.
Kegiatan diawali dengan aksi pungut sampah dan penanaman pohon sebagai bentuk komitmen nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan. Aksi ini sekaligus menjadi simbol sinergi antara masyarakat, aktivis, budayawan, dan penggerak kebencanaan dalam membangun kesadaran kolektif terhadap pentingnya lingkungan hidup.
Ketua AMBS, M. Muhsin, menyampaikan bahwa momen ini sangat bersejarah karena bertepatan dengan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang pertama kali dicanangkan pada Konferensi Lingkungan Hidup PBB di Stockholm, Swedia, pada tahun 1972.
“Setiap tanggal 5 Juni diperingati sebagai Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Ini adalah momentum global untuk meningkatkan kesadaran manusia akan pentingnya menjaga kelestarian bumi. Peringatan Hari Jadi Bogor tahun ini menjadi lebih bermakna karena selaras dengan semangat tersebut,” ujar Muhsin.
Diskusi lingkungan yang digelar usai aksi lapangan turut menghadirkan berbagai elemen, di antaranya Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Bogor, aktivis lingkungan, serta tokoh budaya.
Ketua FPRB Kabupaten Bogor, Witoro, menegaskan bahwa pelestarian lingkungan memiliki kaitan erat dengan upaya mitigasi bencana.
“Forum PRB aktif dalam memberikan edukasi dan sosialisasi mitigasi bencana kepada masyarakat, termasuk di sekolah dan desa-desa. Kegiatan seperti ini memperkuat upaya preventif kami,” jelasnya.
Sementara itu, budayawan Puncak, Abah Ukam, mengangkat isu pentingnya menjaga sungai sebagai sumber kehidupan.
“Sungai bukan tempat pembuangan limbah. Kita tidak boleh menista sungai dengan menjadikannya saluran kotoran rumah tangga. Itu sama saja menghina alam dan kehidupan kita sendiri,” tegasnya dalam forum diskusi.

