Megamendung, (BS) – Berbagai persoalan dilingkup Masyarakat Megamendung, disampaikan Camat pada PJ Bupati Bogor Bachril Bakri. Diantaranya situasi kondisi Jalan yang hampir setiap hari kerap terjadi kemacetan. Dinilai salah satu dampak negatif, yang sangat berpengaruh pada perkembangan tingkat perekonomian masyarakat.
“Banyak kebutuhan yang jadi harapan masyarakat megamendung, salah satunya adalah usulan pelebaran dua ruas jalan alternatif menuju kawasan puncak,” kata Ridwan Camat Megamendung saat menyambut kunjungan kerja PJ Bupati Bogor, Selasa 29/10/2024.
Camat Megamendung Ridwan memaparkan, sejak awal menjabat di Kecamatan Megamendung, dirinya mencoba, membuka data, dimana dalam data itu terlihat Index Pembangunan Manusia (IPM) dan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) perkapita Kecamatan Megamendung berada pada posisi ranking terakhir.
“Berdasarkan data, dari tahun 2022, yang kami dapat berbanding terbalik dengan kondisi yang ada. Bayangkan, begitu tinggi pagar-pagar rumah yang ada di megamendung, tapi pendapatan perkapita masyarakatnya sangat rendah,” paparnya
Menurutnya, rendahnya pendapatan perkapita, masyarakat Megamendung, setelah ditelusuri lebih dalam permasalahan tersebut, kemacetan salah satu faktornya.
“Terganggunya mobilitas kegiatan ekonomi masyarakat yang terus berlarut, itu adalah momok dari segala hajat masyarakat Kecamatan Megamendung. Tidak hanya hari libur saja, tapi ketika jam pulang kerja atau berangkat kerja di kawasan Puncak sering kali terjadi kemacetan parah,” ungkapnya.
Ridwan menambahkan, terjadinya kemacetan di jalur Kecamatan Megamendung ternyata, status jalan kabupaten sudah sangat tidak ideal.
“Seharusnya jalan kabupaten itu memiliki minimal lebar 5,50 meter atau 6 meter. Sementara, saat ini lebar jalannya hanya 3,5 meter. Sedangkan kendaraan yang masuk ke wilayah Megamendung disetiap akhir pekan kurang lebih mencapai 391.142 kendaraan,” ujar Ridwan
Menanggapi hal itu, PJ Bupati Bogor Bachril Bakri mengaku kaget, banyak industri wisata yang tumbuh di Kecamatan Megamendung, sedangkan, pendapatan perkapita warganya sangat rendah, hal itu disebabkan oleh beberapa faktor

