Lampung Timur, (BS) – Ketidakadilan dirasakan oleh M. Bakarudin (50) petani warga Desa Muara Jaya Kecamatan Sukadana pemilik lahan yang berbatasan langsung dengan kawasan hutan Taman Nasional Way Kambas (TNWK) Kabupaten Lampung Timur Propinsi Lampung.
Soalnya, mercon bantuan dari Polisi Kehutanan (Polhut) Petugas Kantor Rencana Pengelolaan Taman Nasional (RPTN) Susukan Baru yang diberikan kepada petani disinyalir tidak merata seakan-akan pilih kasih.
Bantuan mercon hanya diutamakan bagi petani pemilik lahan yang berjauhan dari batas kawasan hutan TNWK Lamtim, sedangkan petani pemilik lahan yang langsung berbatasan dengan hutan TNWK jarang diberi hanya 2 kali sejak akhir 2023 hingga kini.
Maka M. Bakarudin alias Zakaria warga RT./RW.: 001/001 Desa Muara Jaya akan protes kepada Supri Kepala Kantor RPTN Susukan Baru pada Senin, 15 April 2024 namun tidak berada ditempat.
“Saya bersama masyarakat punya tanah di utara jalan yang berbatasan langsung dengan kawasan, sangat menyayangkan karena kami tidak pernah dapat bantuan mercon”, keluh M. Bakarudin dijumpai didepan Kantor RPTN Susukan Baru saat hendak menyampaikan protes pada Senin, 15 April 2024 sekitar pukul 17.00 WIB.
“Yang berhadapan langsung dengan gajah adalah kami, bukan mereka yang berada di Selatan dipinggir jalan. Kami menjaga gajah yang keluar dari kawasan, kenapa kami nggak dibantu mercon. Itu yang kami kecewakan dengan Polhut dan lainnya”, kata pria panggilan keseharian Zakaria atau Jaka itu.
Ia berharap agar bantuan mercon yang diperlukan sesuai dengan kebutuhan disalurkan secara rutin sebab setiap malam menjaga tanaman mereka.
“Harapan saya, tolonglah kami kalau liat gajah mulai masuk itu dibantulah kami dengan mercon” harapnya.
Ucapan syukur dan terima kasihnya atas mercon bantuan Hamba Allah seorang Wartawan sebuah media yang prihatin mendengar keluhan petani itu.

