Depok, (BS) — Di tengah isu kendala penyaluran Program Makanan Bergizi Seimbang (MBG) di salah satu SDN yang ramai diperbincangkan di media sosial, DPRD Kota Depok menegaskan bahwa program tersebut tetap berjalan sesuai rencana. Ketua Fraksi PKB DPRD Kota Depok sekaligus Sekretaris Komisi D, Siswanto, memastikan bahwa tidak ada penghentian program.

“Program ini tetap jalan. Kendalanya memang ada, tetapi harus segera diselesaikan oleh Satuan Penyelenggara Pendidikan dan Guru (SPPG),” ujar Siswanto saat ditemui di kantor DPRD Depok, Kamis (4/12).

DPRD Intensifkan Sidak pada Bulan Desember

Melalui rapat Badan Musyawarah (Bamus), DPRD sepakat untuk melakukan pengawasan lebih ketat. Dalam bulan Desember mendatang, inspeksi mendadak (sidak) akan dilakukan secara intensif ke berbagai sekolah untuk memastikan kualitas makanan yang disajikan kepada siswa.

“Kita akan diskusi lagi di Komisi D agar pelaksanaan program ini benar-benar diawasi secara ketat,” tegasnya.

Langkah ini dilakukan menyusul adanya laporan makanan kedaluwarsa atau berjamur, yang merugikan siswa dan sempat viral di media sosial.

Penyedia Harus Siapkan 3.000 Porsi per Hari

Siswanto menjelaskan bahwa penyedia makanan menghadapi beban operasional besar, yaitu menyiapkan hingga 3.000 porsi setiap hari untuk sekolah penerima manfaat. Karena itu, ia menilai pengawasan yang sistematis sangat krusial agar kualitas tetap terjaga.

“Menyediakan 3.000 menu per hari bukan tugas mudah. Dibutuhkan skema pengawasan yang matang agar kualitas dan keamanan makanan terjamin,” ujarnya.