BOGOR, (BS) – Proyek pemeliharaan Saluran Irigasi Cicaung di Desa Batutulis, Kecamatan Nanggung, menuai kritik dari warga karena dinilai tidak menyentuh akar permasalahan: bendungan utama yang rusak sejak dua dekade lalu.
Saluran irigasi ini sebenarnya berfungsi untuk mengaliri air ke persawahan Blok Si Domba, yang berada di wilayah Desa Kalong 2, Kecamatan Leuwisadeng. Namun, menurut Sekretaris Desa Kalong 2, Yayat Supriatna, saluran tersebut sudah tidak beroperasi sejak awal tahun 2000-an.
“Penyebabnya kemungkinan karena penyempitan di sepanjang saluran. Akibatnya, air tidak bisa mengalir,” ujar Yayat, Senin (30/6/2025).
Kondisi itu diperparah dengan rusaknya bendungan Kali Cicaung yang menjadi sumber utama aliran air. Menurut warga setempat, Uding, selama bendungan tidak diperbaiki, pemeliharaan saluran hanyalah upaya sia-sia.
“Bendungannya jebol sejak tahun 2000-an. Seharusnya bendungan diperbaiki dulu, baru salurannya. Kalau cuma saluran yang dibenahi, ya percuma,” tegas Uding.
Ia juga menyoroti kondisi fisik saluran yang semakin menyempit, dari semula 1,5 meter menjadi sekitar 0,5 meter, akibat pembangunan permanen di sekitarnya.
Kepala Desa Batutulis, Ade Supriatna, membenarkan adanya proyek perbaikan saluran, namun menegaskan bahwa proyek itu bukan usulan dari desa.
“Saluran air itu baru bisa berfungsi kalau bendungannya dibangun. Dan pekerjaan ini adalah inisiatif UPT Pengairan,” ujar Ade.
Sementara itu, Kepala UPT Infrastruktur Irigasi Kelas A Wilayah V Jasinga, Esda Permana Lukman, menyatakan bahwa pihaknya telah mengusulkan perbaikan bendungan.
Berita Populer
Daerah
Install App
Berita Satoe
Untuk pengalaman membaca berita yang lebih cepat dan nyaman, Install Aplikasi kami di Android Anda

