Jakarta, (BS) - Aksi Aliansi Pemantau Program Badan Nasional (APPBGAN) yang sempat viral, kini berlanjut dengan ancaman aksi unjuk rasa. Mereka menuntut reformasi di tubuh Badan Gizi Nasional (BGN) dan mendesak sejumlah pejabat untuk mengundurkan diri.

Setelah melayangkan surat tuntutan kepada Presiden melalui Sekretariat Negara, APPBGAN kini bersiap menggelar aksi yang lebih besar. Tuntutan utama mereka adalah agar BGN segera berbenah diri, menyusul temuan dugaan penyimpangan dalam pelaksanaan program gizi.

“Oleh karena itu, APPBGAN mengundang rekan - rekan media untuk berkenan hadir dan melakukan peliputan dalam konfrensi pers dengan tema yang kami usung *Konsolidasi Nasional Aliansi Pemantau Program Badan Nasional*”, tegas Ahmad Yazid Kamis (16/10).

Konflik ini bermula dari laporan yang diterima APPBGAN mengenai dugaan carut-marutnya pelaksanaan program BGN. Aliansi ini menyoroti dugaan manipulasi jual beli titik dapur serta somasi yang dilayangkan kepada sejumlah pejabat BGN.

Tuntutan mundur secara khusus ditujukan kepada Dadan Bidayana (Kabadan), Sony Sanjaya (Wakabadan), dan tim verifikator BGN. APPBGAN menuding mereka bertanggung jawab atas berbagai masalah yang terjadi dalam program gizi nasional.

Rencananya, aksi unjuk rasa akan dilakukan di Kantor Badan Gizi Nasional (BGN), Jalan Kebon Sirih nomor 01 RT 01 RW 07, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat, Kp. 10340.

Konferensi pers yang akan digelar APPBGAN pada Kamis, 16 Oktober 2025 pukul 11.00 WIB, diharapkan menjadi momentum untuk mengungkap lebih jauh dugaan penyimpangan tersebut. Insan pers diundang untuk meliput acara ini dan mengawal isu penting ini.

Untuk konfirmasi kehadiran, dapat menghubungi 082261828473. (Raden)

Kasus ini menjadi sorotan publik, terutama di tengah upaya pemerintah untuk memperbaiki gizi masyarakat. Masyarakat menanti tindakan tegas dari pemerintah dan aparat penegak hukum untuk menindaklanjuti dugaan penyimpangan di BGN.