Depok, (BS) — Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Depok menyambut Natal 2025 dengan menggelar Pelayanan Kasih Natal, Rabu (17/12). Kegiatan ini menjadi momen istimewa bagi warga binaan Nasrani sekaligus seluruh jajaran pemasyarakatan, dengan suasana ibadah yang khidmat, damai, dan penuh sukacita.
Ratusan warga binaan Nasrani mengikuti ibadah bersama para petugas pemasyarakatan. Ibadah dipimpin oleh Pdt. Ir. Yoel Indrasmoro, S.Th, yang menyampaikan firman Tuhan dengan pendekatan kontekstual sesuai kondisi warga binaan. Selain sebagai bentuk perayaan Natal, kegiatan ini juga menjadi sarana pembinaan rohani untuk meneguhkan iman, menyembuhkan luka batin, serta menumbuhkan harapan baru di tengah masa pembinaan.
Pelayanan Kasih Natal 2025 terselenggara berkat kemitraan berkelanjutan antara POKJA PLP-PG (Kelompok Kerja Pembinaan Lembaga Pemasyarakatan dan Pembinaan Guna Usaha) dengan Pdt. Yoel Indrasmoro. Kemitraan ini secara konsisten mendukung pelayanan rohani di lingkungan pemasyarakatan, termasuk di Rutan Kelas I Depok.
Kepala Rutan Kelas I Depok, Agung Nurbani, yang hadir sekaligus meresmikan kegiatan, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat.
“Kami sangat mendukung pelayanan rohani seperti ini. Pembinaan warga binaan tidak hanya menyentuh aspek hukum dan sosial, tetapi juga rohani, yang menjadi fondasi penting bagi perubahan sikap dan perilaku,” ujarnya.
Selain ibadah, acara juga diisi dengan penyerahan bingkisan kasih Natal kepada seluruh warga binaan Nasrani. Bingkisan berisi kebutuhan sehari-hari, sembako, serta perlengkapan Natal tersebut diberikan sebagai bentuk perhatian dan kepedulian dari para mitra dan petugas.
Sejumlah warga binaan menyampaikan rasa syukur atas kegiatan tersebut. Mereka mengaku suasana Natal dan bingkisan yang diterima membuat mereka merasa tetap diperhatikan dan tidak dilupakan oleh masyarakat.
Melalui Pelayanan Kasih Natal 2025 ini, Rutan Kelas I Depok berharap warga binaan semakin dikuatkan secara rohani, termotivasi menjalani masa pembinaan dengan sikap yang lebih baik, serta memiliki harapan baru untuk masa depan. Kegiatan ini juga diharapkan menjadi contoh pembinaan yang komprehensif, dengan kasih dan kepedulian sebagai kunci reintegrasi sosial warga binaan. (Hetti)

