CIBINONG, (BS) – Bupati Bogor, Rudy Susmanto, bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bogor dan jajaran Pemerintah Kabupaten Tangerang menggelar rapat lintas daerah membahas persoalan truk tambang di Kecamatan Parung Panjang. Pertemuan berlangsung di Ruang Soekarno Hatta, Pendopo Bupati Bogor, Jumat (19/9/25).

Dalam rapat tersebut, Rudy menegaskan keselamatan dan kepentingan masyarakat harus menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan.

“Keselamatan dan kepentingan masyarakat adalah hal yang utama. Mari kita duduk bersama, berdiskusi, dan menempatkan kepentingan pribadi atau golongan sebagai kepentingan bersama. Rakyat adalah segalanya,” tegas Rudy.

Rudy menjelaskan, Pemkab Bogor telah menyiapkan ratusan miliar rupiah dari APBD untuk memperbaiki infrastruktur di Parung Panjang, Rumpin, dan wilayah terdampak tambang. Pembangunan jalan khusus tambang ditargetkan rampung bertahap hingga 2027, tanpa pungutan biaya alias tidak berbayar.

Sekda Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja, menambahkan bahwa jalur khusus angkutan tambang sepanjang 11,5–13,5 kilometer tengah direncanakan terkoneksi dengan jalan provinsi dan tol. Anggaran awal sebesar Rp104 miliar disiapkan untuk perbaikan jalan prioritas.

Selain solusi jangka panjang, disepakati pula pengaturan jam operasional angkutan tambang. Truk bermuatan hanya boleh beroperasi malam hari pukul 22.00–05.00 WIB, sedangkan truk kosong diizinkan pada pukul 09.00–11.00 WIB dan 15.00–16.00 WIB.

“Prinsipnya pembangunan harus berjalan seiring kebutuhan masyarakat. Semua pihak harus berkomitmen menjaga kesepakatan bersama demi kelancaran pembangunan dan kenyamanan warga,” ujar Soma.

Pertemuan lintas daerah ini diharapkan menjadi momentum awal kolaborasi nyata antar pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat untuk menyelesaikan persoalan tambang yang telah berlangsung sejak 1974. (Red)