DEPOK, (BS) – Pemerintah Kota Depok bersama Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Depok menggelar Kejuaraan Pencak Silat Tradisi sebagai upaya melestarikan budaya sekaligus mendorong lahirnya generasi muda berprestasi. Ajang ini berlangsung dua hari, Jumat–Sabtu (29–30 Agustus 2025), di Balai Rakyat Merdeka, Depok.

Sekretaris Umum IPSI Kota Depok, Dedi Setiawan, menjelaskan bahwa kategori tradisi berbeda dengan kategori tanding karena lebih menonjolkan unsur seni budaya, salah satunya penampilan gendang pencak.

“Berbeda dengan kategori tanding, tradisi ini menekankan pelestarian budaya,” ujarnya.

Tahun ini, kejuaraan diikuti 246 peserta dari 23 kontingen, terbagi dalam lima kategori usia mulai dari usia dini 1, usia dini 2, remaja, hingga dewasa. Peserta tidak hanya berasal dari Depok, tetapi juga Jakarta dan beberapa wilayah Kabupaten Bogor. Seluruh juri berlisensi provinsi Jawa Barat, termasuk delegasi festival dari Depok dan Jabar.

Perebutkan Piala Wali Kota

Para peserta memperebutkan piala bergilir Wali Kota Depok, piala tetap untuk juara umum 1, 2, dan 3, serta penghargaan penampilan terbaik di setiap kategori. Selain itu, tersedia hadiah uang pembinaan: Rp3 juta untuk juara umum 1, Rp2 juta untuk juara umum 2, dan Rp1 juta untuk juara umum 3, ditambah peralatan pertandingan dari sponsor.

Lebih dari sekadar kompetisi, ajang ini juga membuka jalur prestasi. “Sertifikat kejuaraan dapat digunakan peserta sebagai syarat masuk sekolah negeri melalui jalur prestasi,” jelas Dedi.

Jelang Porprov Jabar 2025

Kejuaraan ini juga menjadi pemanasan bagi atlet Depok menjelang kualifikasi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2025 di Kota Bandung pada 17–20 Oktober mendatang. Depok menurunkan 22 atlet di 21 nomor pertandingan dengan target lolos ke Porprov XVI di Kota Bogor tahun 2026.