Lampung Timur, ( BS) – Anggota gabungan kelompok tani (Gapoktan) RS di Kecamatan Sukadana diduga dimintai dukungan oleh Mh Ketua Gapoktan-RS sekaligus merangkap Pengecer Kios-RS.
Ms meminta dukungan tersebut melalui IS Sekretaris Gapoktan-RS sekaligus merangkap Sekretaris kelompok tani (Poktan) SM VIII Desa setempat.
Disinyalir tujuan Mh untuk mementahkan berita terkait dugaan penjualan pupuk tidak sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET) dan harga kesepakatan anggota yang dianggapnya tidak benar.
“Ini Mh minta tanda tangan tiap-tiap (anggota) kelompok (tani, bertujuan) untuk mentahkan beritanya sampeyan bahwa beritanya sampeyan nggak bener, itu infonya,” ungkap anggota Gapoktan-RS itu melalui WhatsApp pada Sabtu, 30 Maret 2024 pukul 14.51 WIB.
IS diduga diperintah langsung oleh Mh untuk keliling guna minta dukungan dalam bentuk tanda tangan pada Kamis, 28 Maret 2024 malam.
“Kemaren malem, So keliling minta tanda tangan ke anggota Poktan SM 8, (tapi) saya nggak dimintai tanda tangan,” paparnya.
Ketua Komisi II DPRD Lampung Timur, Joko Pramono mengucapkan terimakasih atas informasi terkait dugaan penjualan pupuk bersubsidi tidak sesuai HET dan harga kesepakatan anggota yang disampaikan kepadanya.
“Terimakasih atas informasinya,” katanya singkat melalui WhatsApp pada Selasa, 26 Maret 2024 jam 11.22 WIB.
Rupanya, Tim Komisi Pengawas Pupuk dan Pestisida (KP3) terdiri dari Kepala Bagian Perekonomian dan Dinas Ketahanan Pangan Lampung Timur langsung kroscek ke Kios-RS dan anggota Gapoktan-RS setelah dihubungi pada Senin, 25 Maret 2024.

