Bogor (BS) – Ruas Jalan Panyaungan–Nanggung–Curugbitung atau yang dikenal sebagai Jalan Ace Tabrani KM 05, tepatnya di depan Sekretariat Karang Taruna Desa Parakanmuncang, Kecamatan Nanggung, kembali menunjukkan kondisi memprihatinkan.

Jalan milik Pemerintah Kabupaten Bogor itu rusak parah dan dipenuhi lubang yang membahayakan pengguna jalan.
Padahal, ruas jalan tersebut sebelumnya sempat mendapat penanganan melalui kegiatan pemeliharaan.

Namun, perbaikan tersebut tidak bertahan lama. Sejumlah lubang kembali menganga dan berubah menjadi kubangan, terutama saat hujan mengguyur kawasan tersebut.
Kondisi ini bukan sekadar menimbulkan keluhan, tetapi telah memakan korban.

Berdasarkan arsip Harian Jurnalbogor, pada 11 Januari 2021 lalu, seorang pengendara dilaporkan meninggal dunia akibat kecelakaan saat berusaha menghindari lubang di lokasi tersebut.
Lima tahun berselang, insiden serupa kembali terjadi.

Seorang warga Kebon Awi bernama Ubik Taufik, yang akrab disapa Buluk, mengalami kecelakaan di titik jalan rusak tersebut pada Januari 2026.

Akibat menghindari lubang di badan jalan, Buluk terjatuh dari sepeda motornya dan mengalami luka cukup serius. Ia harus dilarikan ke rumah sakit dengan luka di bagian kaki, tangan, dan pelipis mata, serta mengalami patah tulang iga.

“Iya, akibat terjatuh dari motor karena menghindari jalan berlubang. Sampai sekarang saya belum bisa berjalan karena luka parah di kaki dan tulang iga patah,” ujar Buluk saat dikonfirmasi, Jumat (16/1).

Ketua Karang Taruna Kecamatan Nanggung, Hamdan Yuwafi, menyayangkan kondisi jalan kabupaten tersebut yang dinilai dibiarkan rusak berlarut-larut. Menurutnya, selain kerusakan jalan, minimnya penerangan di sepanjang ruas tersebut juga meningkatkan risiko kecelakaan.

“Cepat rusaknya. Diduga kualitas perencanaan dan konstruksi kurang baik, ditambah pemeliharaan yang tidak memadai,” kata Hamdan yang akrab disapa Bung Tole.