Depok, (BS) - Kepemimpinan Wali Kota Supian Suri dan Wakil Wali Kota Chandra Rahmansyah mewarnai Kota Depok sepanjang tahun 2025 dengan berbagai kebijakan pembangunan lintas sektor. Prioritas utama adalah menjawab kebutuhan pelayanan publik serta tantangan sosial dan ekonomi kota urban.

Sejak awal menjabat, Supian-Chandra menekankan peningkatan kualitas pelayanan publik hingga lapisan terbawah. Mereka juga berfokus pada pembangunan berorientasi jangka menengah dan panjang, menghindari rutinitas birokrasi.

Di sektor pendidikan, program sekolah swasta gratis diluncurkan untuk memperluas akses dan mengurangi kesenjangan. Program ini sekaligus mengatasi keterbatasan daya tampung sekolah negeri. Bidang kesehatan tak luput dari perhatian dengan perluasan layanan cek kesehatan gratis yang berfokus pada pencegahan dan deteksi dini.

Kelompok rentan mendapatkan perhatian khusus dengan dibangunnya Rumah Kreatif Anak Istimewa. Ruang ini menjadi wadah pengembangan potensi anak berkebutuhan khusus. Layanan bagi lanjut usia dikembangkan dengan pendekatan manusiawi dan berkelanjutan.

UMKM difasilitasi melalui bazar dan Toko Oleh-Oleh Dekranasda "Depok Maju" dalam bidang ekonomi. Tujuannya adalah meningkatkan daya saing dan memperluas akses pasar, termasuk pemanfaatan platform digital. Pembangunan infrastruktur dilakukan melalui perbaikan jalan, fasilitas umum, dan ruang publik untuk meningkatkan konektivitas dan kualitas hidup masyarakat.

Pemerintah kota juga mendorong partisipasi masyarakat melalui kegiatan budaya, olahraga, ekonomi kreatif, dan sosial. Hal ini dilakukan sebagai upaya penguatan interaksi sosial dan identitas Kota Depok.

Ketua Relawan Bolone SS, Yopi Setiabudi, menilai kepemimpinan Supian-Chandra menunjukkan arah pembangunan yang jelas dan berpihak pada masyarakat. "Konsistensi pelaksanaan dan evaluasi kebijakan akan menjadi kunci agar manfaat benar-benar dirasakan," kata Yopi.

Menutup tahun 2025, kepemimpinan Supian-Chandra memperlihatkan upaya penataan arah pembangunan yang lebih terukur. Ke depan, konsistensi pelaksanaan, penguatan tata kelola, dan kolaborasi dengan masyarakat akan menjadi faktor penentu perkembangan Depok sebagai kota inklusif, adaptif, dan berdaya saing. (Heti)