BOGOR, (BS) - Sebuah proyek rehabilitasi fasilitas dinas di Bogor mendadak menjadi perbincangan hangat. Bagaimana tidak, anggaran yang digelontorkan untuk pembangunan toilet dan area pendukung di lingkungan dinas tersebut mencapai angka yang fantastis: Rp 721.726.540,03! Proyek yang seharusnya rampung pada 20 Desember 2025 ini, dikerjakan oleh PT Nafiri Primer Jaya dengan pengawasan dari CV Mutiara Consult. Pertanyaannya, apakah toilet ini akan berlapis emas?

Berdasarkan informasi yang tertera di papan proyek, pekerjaan dimulai pada 6 Oktober 2025. Namun, denah yang beredar memperlihatkan bahwa proyek ini hanya meliputi pembangunan beberapa bilik toilet, area urinal, toilet difabel, serta koridor. Inilah yang kemudian memicu tanda tanya besar di benak masyarakat.

Anggaran sebesar itu, untuk toilet? Pikiran saya langsung melayang, membayangkan keramik impor dari Italia, kloset otomatis dengan sensor, dan mungkin air mancur mini di setiap bilik. Tapi, benarkah demikian adanya?

Nilai kontrak yang sedemikian besar untuk proyek toilet ini tentu mengundang rasa penasaran publik. Apalagi, proyek ini bukanlah pembangunan gedung baru, melainkan sekadar rehabilitasi fasilitas sanitasi.

Sejumlah pengamat manajemen anggaran publik pun angkat bicara. Mereka menekankan pentingnya pengawasan ketat terhadap proyek semacam ini. Potensi mark-up sangat mungkin terjadi jika spesifikasi teknis proyek tidak dibuka secara transparan kepada publik.

"Kalau hanya membangun kamar mandi dengan pembatas, lantai, kloset, dan instalasi air, angka ratusan juta sudah tergolong tinggi. Apalagi ini tembus tujuh ratus juta. Masyarakat berhak tahu detail RAB dan speknya," kata salah satu pemerhati anggaran daerah.

Hingga saat ini, belum ada penjelasan resmi dari pihak dinas terkait spesifikasi lengkap material yang digunakan, standar bangunan difabel yang diterapkan, maupun rincian teknis lainnya yang membenarkan nilai proyek yang mencapai lebih dari setengah miliar rupiah ini.

Dengan alokasi waktu pelaksanaan selama 76 hari kerja, masyarakat kini menanti dengan harap-harap cemas. Apakah proyek ini akan menghasilkan fasilitas yang benar-benar layak dan sepadan dengan anggaran besar yang telah dikeluarkan negara? Atau justru menjadi bukti lain dari praktik korupsi yang merugikan rakyat?

Beritasatoe.com berjanji akan terus menelusuri rincian Rencana Anggaran Biaya (RAB) proyek ini dan berupaya mendapatkan klarifikasi langsung dari pihak penyedia jasa serta konsultan pengawas. Pembenaran atas nilai kontrak yang mencolok ini harus segera terungkap. Publik berhak tahu ke mana uang pajak mereka dibelanjakan! (Dev/San)