Cibinong, (BS) – Anggota DPRD Kabupaten Bogor Daerah Pemilihan (Dapil) 1 dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Ahmad Yaudin Sogir, menggelar Reses Masa Sidang I Tahun 2025–2026 di Kantor DPC PKB Kabupaten Bogor, Jalan Raya Tegar Beriman, Kelurahan Sukahati, Kecamatan Cibinong, Senin (6/10/2025).

Kegiatan reses ini dihadiri oleh warga dari berbagai wilayah Dapil 1, pengurus DPC PKB Kabupaten Bogor, serta perwakilan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bogor.

Dalam forum yang berlangsung dialogis dan terbuka tersebut, Ustadz Sogir menyerap beragam aspirasi dan keluhan masyarakat, mulai dari perbaikan drainase, penanganan daerah aliran sungai (DAS), hingga persoalan sampah lingkungan yang kerap dikeluhkan warga.

Politisi PKB yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi DPRD Kabupaten Bogor itu menegaskan, kegiatan reses bukan sekadar formalitas, melainkan momentum bagi anggota dewan untuk mendengar langsung kebutuhan masyarakat dan memperjuangkannya di lembaga legislatif.

“Reses ini adalah kesempatan bagi kami untuk menyerap aspirasi secara langsung. Semua masukan akan kami catat dan kawal dalam pembahasan di DPRD agar dapat ditindaklanjuti oleh dinas terkait,” ujar Ustadz Sogir kepada wartawan usai reses.

Salah satu warga, yang juga merupakan Ketua MUI Desa Cijujung, turut menyampaikan keluhan mengenai persoalan sampah di lingkungannya. Ia berharap pemerintah daerah dapat menyediakan Tempat Pembuangan Akhir Sementara (TPAS) agar warga tidak perlu lagi membakar sampah di sekitar rumah.

“Kami di Desa Cijujung menghadapi persoalan sampah setiap hari. Karena tidak ada tempat pembuangan, banyak warga akhirnya membakar sampah di halaman rumah. Ini jelas mengganggu kesehatan dan mencemari udara. Kami berharap pemerintah menyediakan TPAS agar masalah sampah bisa teratasi,” ujar Ketua MUI Desa Cijujung di sela kegiatan reses.

Menanggapi hal itu, Ustadz Sogir menilai bahwa persoalan sampah perlu menjadi perhatian lintas sektor, tidak hanya Dinas Lingkungan Hidup (DLH) tetapi juga stakeholder terkait lainnya.

“Masalah sampah bukan sekadar urusan kebersihan, tapi sudah menyangkut kesehatan masyarakat dan kelestarian lingkungan. Kami akan dorong Pemkab Bogor melalui Dinas Lingkungan Hidup agar segera menata sistem pengelolaan sampah di setiap desa, termasuk penyediaan TPAS sementara,” kata Ustadz Sogir.