DEPOK, (BS) — Dapur MBG Rangkapan Jaya Baru (RJB) resmi diluncurkan sebagai langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan serta pemenuhan gizi anak-anak di Kota Depok. Kehadiran dapur ini diharapkan memberi manfaat besar bagi masyarakat, khususnya warga RW 01 dan lembaga pendidikan di sekitarnya.

Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kota Depok, Edi Masturo, menegaskan bahwa keberadaan Dapur MBG RJB tidak hanya berfungsi sebagai pusat layanan makanan bergizi, tetapi juga membuka peluang kerja bagi warga lokal.

“Dengan diresmikannya Dapur MBG Rangkapan Jaya Baru, kami berharap fasilitas ini benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Pertama, untuk menyerap tenaga kerja lokal, dan kedua, memperkuat ketahanan pangan wilayah,” ujarnya.

Tekankan SOP Demi Keamanan Gizi Anak

Edi Masturo juga menyoroti pentingnya penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) oleh seluruh petugas SPPG yang bertugas di dapur tersebut. Ia menegaskan bahwa keamanan konsumsi anak-anak tidak boleh ditawar.

“SPPG yang bertugas wajib menjalankan SOP secara ketat. Ini penting agar tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan dari sisi pemenuhan gizi dan keamanan makanan anak-anak,” tegas Edi.

Layani Hingga 3.000 Porsi per Hari

Dapur MBG RJB diproyeksikan menjadi penyedia makanan bagi berbagai lembaga pendidikan, mulai dari SD, MI, hingga pondok pesantren di wilayah sekitar. Dengan kapasitas produksi mencapai 3.000 porsi per hari, dapur ini dinilai mampu menjawab kebutuhan pangan bergizi dalam skala besar.

“Dengan dibukanya dapur baru ini, Insya Allah kita bisa meng-cover kebutuhan anak-anak SD, MI, dan pondok pesantren di wilayah sekitar,” kata Edi.