Lampung, (BS) - Lampung Selatan dikejutkan dengan kasus pencabulan yang dilakukan oleh seorang dukun. Dedi (40), warga Desa Bandar Dalam, Kecamatan Sidomulyo, tega merenggut kesucian seorang ibu dan anak dengan memanfaatkan kedok ritual mandi kembang. Alih-alih mendatangkan kekayaan, ritual tersebut justru menjadi mimpi buruk bagi para korban.
Aparat kepolisian berhasil meringkus Dedi di Dusun Damar Lega, Desa Suka Banjar, Kecamatan Sidomulyo, pada Sabtu (8/11/2025) sekitar pukul 09.00 WIB. Penangkapan ini dilakukan setelah keluarga korban melaporkan kejadian yang menimpa mereka.
Kasat Reskrim Polres Lampung Selatan AKP Indik Rusmono mengungkapkan modus operandi pelaku yang terbilang sangat keji. Dedi melakukan persetubuhan terhadap korban dan anaknya dengan dalih ritual mandi bunga yang menjanjikan kekayaan instan.
"Pelaku ditangkap setelah keluarga korban membuat laporan. Dari hasil pemeriksaan, pelaku mengakui bahwa telah menyetubuhi korban dan anaknya," kata AKP Indik Rusmono, Selasa (11/11/2025).
Sungguh ironis, ritual bejat tersebut dipromosikan sebagai jalan pintas menuju kekayaan. Para korban dijanjikan imbalan uang sebesar Rp 1 miliar.
"Para korban ini disetubuhi dengan dalih sebagai syarat mendapatkan uang Rp 1 miliar. Sebelum dilakukan perbuatan tersebut, korban ini dimandikan air 7 bunga," lanjutnya.
Penyelidikan lebih lanjut mengungkap fakta mencengangkan lainnya. Hasil tes urine Dedi menunjukkan bahwa ia positif mengonsumsi narkoba. Pengakuan pelaku semakin memperburuk daftar panjang kejahatannya.
"Pelaku ini mengakui uang dari para korban ini untuk kebutuhan hidup serta membeli sapi serta memuaskan hasratnya. Hasil urine pelaku ini positif narkoba," jelas AKP Indik.
Perbuatan bejat Dedi kini harus dipertanggungjawabkan di hadapan hukum. Ia dijerat dengan pasal berlapis, yaitu Pasal 6 huruf C Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) dan Pasal 81 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara menanti, sebuah ganjaran yang setimpal atas kejahatan yang begitu mengerikan.

